JAKARTA - Lembaga perbankan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) membukukan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sejumlah 25.465 unit tempat tinggal, dengan keseluruhan besaran pembiayaan menyentuh Rp 3,6 Triliun.
Pengucuran dana tersebut merupakan gabungan sejak penggabungan BSI pada 2021 sampai Juli 2026.
Adapun pada Juli 2026, BSI sukses mengamankan kedudukannya di urutan ke-1 secara nasional pada persentase pemenuhan target pengucuran unit FLPP tahun 2026, yaitu menyentuh 70 persen dari porsi tahunan sebesar 3.283 unit.
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy mengutarakan, pembiayaan tempat tinggal untuk aparatur sipil negara (ASN) serta pegawai Kementerian Agama menjadi salah satu konsentrasi perluasan usaha ritel perseroan.
“BSI hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan syariah, tetapi juga sebagai mitra tumbuh bersama dalam mewujudkan impian seluruh abdi negara memiliki hunian yang layak,” ujar Kemas, dalam keterangannya, dari sumbernya, Sabtu, 5 September 2026.
Berdasarkan penuturan Erwan, BSI memperkokoh penetrasi pembiayaan tempat tinggal subsidi lewat sosialisasi program KPR Sejahtera FLPP untuk pegawai Kementerian Agama yang memenuhi syarat penerima manfaat supaya sanggup mempunyai tempat tinggal pertama yang layak, bermutu, serta terjangkau.
“Program sosialisasi FLPP kepada pegawai Kementerian Agama merupakan bentuk perkuat sinergi inter-kementerian dan dukung transformasi Danantara Indonesia lewat layanan inklusif berskala nasional,” jelasnya.
Guna memperkokoh alur akuisisi sekaligus menyajikan kepastian bagi calon nasabah, BSI melangsungkan Housing Tour Perumahan FLPP Bersama BSI.
Lewat agenda ini, calon nasabah diundang melangsungkan peninjauan langsung menuju area hunian idaman seperti Puri Permata Ciseeng, Mahkota Estate Ciseeng, serta Permata Daru Tangerang—guna memastikan mutu fisik bangunan, kejelasan status hukum, serta keterbukaan skema pembiayaan berlandaskan syariah.
Kemas menerangkan bahwasanya perluasan pembiayaan tempat tinggal subsidi BSI menjadi bagian tak terpisahkan dari dorongan transformasi Danantara Indonesia.
Penyatuan ekosistem finansial serta aset nasional di bawah naungan Danantara memperkokoh kapasitas BSI guna memperlebar jangkauan pembiayaan inklusif, menghadirkan dampak berantai (multiplier effect) untuk sektor konstruksi daerah, dan memacu percepatan kesejahteraan warga Indonesia.