Pemko Lhokseumawe Luncurkan Aplikasi Qresto Demi Optimalisasi Pajak PAD

Sabtu, 05 September 2026 | 18:58:07 WIB
Wali Kota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar (FOTO: NET)

JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe terus menguatkan komitmennya dalam memperkokoh digitalisasi transaksi, transparansi, serta efisiensi tata kelola keuangan daerah.

Upaya nyata ini diwujudkan melalui peresmian aplikasi Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization (Qresto) guna menopang efektivitas pemungutan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), terkhusus pada sektor bisnis makanan dan minuman.

Momen peluncuran sistem inovatif ini dilaksanakan berbarengan dengan agenda High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Lhokseumawe di Opproom Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Kamis (3/9/2026).

Sistem Qresto dibuat secara khusus guna mentransformasi tata cara pemungutan pajak daerah.

Melalui mekanisme split bill atau split payment secara otomatis dan real-time, rincian pajak dari transaksi usaha makanan dan minuman dapat seketika terekam secara digital.

Skema tersebut menyajikan tingkat presisi data transaksi yang jauh lebih tinggi, mendongkrak efektivitas pengawasan, memicu kedisiplinan wajib pajak, serta bermuara pada penguatan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penerapan Qresto di Kota Lhokseumawe ini merupakan bentuk adaptasi serta peniruan atas keberhasilan sistem milik Bapenda Kota Medan.

Langkah ini dimatangkan lewat Perjanjian Kerja Sama (PKS) antarpemerintah daerah yang disepakati sebelumnya.

Wali Kota Lhokseumawe dari sumbernya menegaskan bahwa penggunaan teknologi digital pada roda pemerintahan dan pelayanan publik saat ini bukan lagi sekadar pilihan situasional, melainkan sebuah kebutuhan mutlak.

Pemanfaatan teknologi dipandang ampuh menghadirkan layanan yang lebih cepat, efisien, transparan, serta akuntabel.

Walau demikian, dari sumbernya tak menampik adanya hambatan di lapangan.

Salah satu kendala utama saat ini yakni penetrasi sistem digital yang belum sepenuhnya sanggup diserap oleh seluruh lapisan warga, terkhusus masyarakat di area pedesaan.

Sementara dalam pengelolaan pendapatan daerah, digitalisasi memegang peran strategis, terutamanya untuk menaikkan efektivitas pemungutan pajak, mempermudah wajib pajak memenuhi kewajibannya, sekaligus menguatkan kontrol terhadap penerimaan daerah.

"Terlepas dari berbagai tantangan, Pemko Lhokseumawe menyambut baik aplikasi Qresto untuk dilaksanakan agar sistem digital ini dapat diterapkan dengan baik," ujar dari sumbernya.

Ia menambahkan, kunci sukses implementasi Qresto berjalan maksimal, Pemerintah Kota Lhokseumawe turut wajib mendorong eskalasi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat maupun pelaku usaha terkait transaksi non-tunai.

Pemko Lhokseumawe siap memacu pemahaman transaksi non-tunai, baik kepada warga umum maupun para pemilik usaha kuliner.

Diharapkan proses pencatatan pajak daerah menjadi kian akurat serta transparan demi menopang pembangunan kota secara berkelanjutan.

Sistem tersebut diharapkan memberi kontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Lhokseumawe.

Dukungan penuh turut mengalir dari otoritas moneter.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe dari sumbernya mengapresiasi langkah progresif Pemko Lhokseumawe dalam memperluas ekosistem digital daerah.

"Kami sangat berharap ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," tutur dari sumbernya.

Agenda High Level Meeting TP2DD tersebut turut diikuti oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe dari sumbernya, Pimpinan PT Bank Aceh Syariah Cabang Lhokseumawe dari sumbernya, Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, Kepala BPKD, Kepala Bappeda, Inspektur, jajaran Kepala OPD, serta tim TP2DD Kota Lhokseumawe.

Tags

Terkini