Potensi Kerugian APBN Jika Indonesia Ketinggalan Transisi Energi Baru

Jumat, 04 September 2026 | 12:10:16 WIB
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung (FOTO: NET)

JAKARTA - Wakil Menteri ESDM dari sumbernya mengungkapkan konsekuensi fatal salah satunya bakal dirasakan oleh APBN.

Ia menyampaikan kelambatan transisi energi siap mendatangkan kendala berat bagi APBN.

Dampak signifikan ini terjadi sebab harga bahan bakar fosil yang sekarang menjadi pemasok primer energi domestik bergerak sangat dinamis.

"Ketergantungan pada energi fosil yang harganya fluktuatif dan berbiaya tinggi akan terus membebani fiskal negara," ujar dari sumbernya ketika membuka acara IndoEBTKE Conex 2026 di Jakarta, Rabu (2/9).

Dari sumbernya membeberkan tekanan yang dapat timbul lantaran lambatnya peralihan energi yakni melambungnya alokasi subsidi serta kompensasi dari yang sekarang cuma berkisar Rp400 triliun melonjak jadi Rp700 triliun.

"Gambarannya, potensi pembengkakan subsidi dan kompensasi energi dari angka dasar sekitar Rp400 triliun hingga bertambah Rp300 triliun-atau bahkan mencapai total Rp900 triliun-akan menyedot porsi APBN yang sangat besar," jelas dari sumbernya.

"Hal ini menuntut tambahan pembiayaan utang atau efisiensi ketat di sektor lain," pukas dari sumbernya.

Atas dasar itu, disampaikan dari sumbernya, permasalahan tersebut wajib diselesaikan salah satunya dengan mengakselerasi pemakaian EBT.

Tags

Terkini