Rapat di Hambalang: Prabowo Bahas Kredit Perumahan Murah untuk Target 400 Ribu Rumah Renovasi

Rabu, 02 September 2026 | 05:55:00 WIB

MEDIAKEUANGAN.ID — Rapat terbatas di Hambalang tidak hanya membahas fisik bangunan. Pembahasan menyentuh upaya menghadirkan hunian terjangkau sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan sekitar tempat tinggal masyarakat.

"Rapat membahas upaya menghadirkan rumah yang lebih layak dan terjangkau, termasuk kebijakan untuk meringankan akses pembiayaan perumahan agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah," demikian pernyataan yang dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet.

Langkah ini sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI yang digagas pemerintah. Program tersebut tidak sekadar mengejar perbaikan rumah, tetapi juga memastikan lingkungan permukiman bersih, sehat, aman, nyaman, resik, dan indah.

Bedah Rumah Sentuh 400 Ribu Hunian

Program bedah rumah yang berjalan sejak 2025 tercatat telah menjangkau 400 ribu unit rumah. Pemerintah tidak berhenti di perbaikan bangunan. Air bersih, fasilitas MCK, pengelolaan sampah, hingga kebersihan lingkungan menjadi fokus berikutnya.

Pendekatan ini menekankan penghormatan terhadap karakter dan kearifan lokal masing-masing daerah. "Inilah semangat Indonesia ASRI: menghadirkan hunian yang semakin layak dan lingkungan yang semakin indah, dengan tetap menghargai karakter, budaya, dan kearifan lokal di setiap daerah," tulis keterangan tersebut.

Dana Pembiayaan dan Target Percepatan

Persoalan kredit perumahan menjadi isu sentral dalam rapat. Pemerintah menilai skema pembiayaan yang ada masih perlu dilonggarkan agar daya beli masyarakat terhadap rumah meningkat. Belum ada angka pasti mengenai besaran insentif atau pelonggaran uang muka yang diumumkan setelah pertemuan.

Rapat juga dihadiri sederet pejabat kunci. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, hingga Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono hadir dalam pertemuan itu. CEO BPI Danantara Rosan Roeslani serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut mendampingi.

Kehadiran Rosan Roeslani menjadi sorotan. BPI Danantara memiliki potensi besar dalam pendanaan program strategis nasional. Keikutsertaan lembaga tersebut dalam pembiayaan perumahan dapat membuka opsi skema investasi jangka panjang yang lebih murah bagi pengembang maupun pembeli.

Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi hunian layak di tengah backlog perumahan yang masih tinggi. Efektivitas kebijakan akan terlihat dari implementasi teknis di lapangan, terutama bagaimana skema pembiayaan mampu menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah.

Terkini