Pertumbuhan Kredit UMKM Lambat, BI Dorong Perbankan Pacu Pembiayaan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:50:48 WIB
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan kata sambutan dalam pembukaan acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 (FOTO: NET)

JAKARTA - Pejabat Gubernur Sementara (PGS) Bank Indonesia (BI) dari sumbernya menyoroti laju kredit UMKM yang masih minim, serta meminta jajaran perbankan memacu kucuran pembiayaan ke sektor tersebut.

“Jadi, UMKM itu baru tumbuhnya 1,62 persen. Ini benar-benar menjadi PR bagi kami,” kata dari sumbernya dalam pembukaan acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, Kamis.

Pada kesempatan itu, dari sumbernya juga menekankan peranan krusial UMKM sebagai penopang ekonomi negara yang terlihat dari jumlah pelaku mencapai 64 juta unit, menyerap 97 persen tenaga kerja, serta menyumbangkan lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

“Namun, memang kami harus mengakui ada suatu fakta bahwa kredit UMKM saat ini memang menjadi PR kami semua,” kata dia.

Sementara per Juni 2026, penyaluran kredit UMKM berada pada angka 1,05 persen (year on year/yoy), merangkak naik dari periode sebelumnya sebesar 0,60 persen (yoy), berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Secara komprehensif, pembiayaan perbankan pada Juli 2026 tumbuh 13,58 persen (yoy), meningkat dibandingkan capaian Juni 2026 sebesar 12,6 persen (yoy).

Dari sumbernya menegaskan bahwa Bank Indonesia akan selalu mempererat kerja sama dengan bermacam pihak agar UMKM mampu berkembang sekaligus tetap menyerap tenaga kerja secara maksimal.

Ia menambahkan, peranan strategis UMKM pun kian mempertegas mandat Bank Indonesia dalam memperkokoh kedaulatan ekonomi Indonesia serta mendorong pertumbuhan yang inklusif dan merata.

Sesuai arahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), maka formulasi kebijakan Bank Indonesia diterapkan guna menciptakan suasana ekonomi yang kondusif bagi kemajuan sektor riil dan penyediaan lapangan kerja.

“Bank Indonesia akan terus berkomitmen mengembangkan UMKM melalui kerangka kebijakan yang didukung oleh tiga strategi utama yang diimplementasikan kepada seluruh 46 kantor perwakilan Bank Indonesia di dalam negeri dan 5 kantor perwakilan Bank Indonesia yang ada di luar negeri,” kata dari sumbernya.

Ia menerangkan ketiga strategi utama tersebut meliputi ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing, pembiayaan inklusif serta keuangan berkelanjutan, hingga literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif serta berkelanjutan yang kian meluas.

Langkah tersebut diwujudkan melalui peningkatan kapasitas dan skala bisnis, perluasan akses pasar maupun pembiayaan, serta akselerasi proses digitalisasi.

Bank Indonesia sendiri memprakarsai Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang melibatkan lebih dari 550 UMKM di Jakarta International Convention Center (JICC).

Bukan hanya itu, KKI turut diselenggarakan secara daring lewat situs www.karyakreatifindonesia.co.id dengan menggaet lebih dari 1.300 UMKM.

Menurut BI, angka tersebut naik dibanding pelaksanaan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring serta lebih dari 1.100 UMKM secara online.

Agenda yang berjalan pada 20-23 Agustus 2026 ini menyuguhkan 44 variasi kegiatan, mencakup pencocokan bisnis pembiayaan, kegiatan ekspor dan rantai nilai, serta agenda pendukung lainnya.

KKI 2026 memamerkan bermacam produk UMKM terkurasi, mulai dari wastra, busana siap pakai, aksesori, dekorasi hunian, kopi, makanan dan minuman olahan, sampai daya tarik desa wisata.

Pada penyelenggaraan yang ke-11 ini, KKI menghadirkan lima poin kebaruan, mencakup program berdampak langsung lewat Cangkir Barista dan Citra Nusa, perluasan kemitraan, penguatan ekosistem rantai nilai, kreasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan asas kelestarian melalui KKI Bijak (bebas emisi dan bebas pembuangan ke TPA) serta pembuatan zona hijau.

Tags

Terkini