Cetak Rekor Kredit Laba Bersih BCA Tembus Rp 29,5 Triliun Semester I

Rabu, 29 Juli 2026 | 12:10:02 WIB
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk atau BCA mencatatkan perolehan laba bersih konsolidasian senilai Rp 29,5 triliun sepanjang Semester I 2026.

Hasil ini mencatatkan pertumbuhan tipis berkisar 1,72 persen jika dibandingkan dengan Semester I 2025 yang menyentuh Rp 29 triliun.

Kala itu, kenaikan laba bersih perusahaan sanggup menembus angka 8 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Perolehan keuntungan bersih itu diraih tatkala pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BCA mengalami koreksi 0,6 persen (yoy) menjadi Rp 42,5 triliun.

Sebaliknya, pos pendapatan non bunga (non interest income) terangkat hingga 11 persen (yoy) menjadi Rp 13,2 triliun.

Dari sumbernya menuturkan bahwa iklim tersebut tercipta lantaran perseroan berhasil memacu penyaluran pembiayaan serta perolehan giro dan tabungan (CASA).

"Tentunya di BCA sendiri kami terus disiplin dalam mengenai biaya, juga kredit, kami juga disiplin, pertumbuhan casa, tentunya juga akan banyak membantu juga pertumbuhan laba bersih kami," terangnya pada konferensi pers virtual, Selasa (28/7/2026).

Selanjutnya, dari sumbernya mengungkapkan bahwa penyaluran pembiayaan BCA di paruh awal tahun ini berhasil memecahkan rekor setelah menyentuh nominal Rp 1.036 triliun.

Atas perolehan itu, angka ekspansi kredit mengalami pertumbuhan 8 persen (yoy) jika disandingkan dengan periode serupa di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 959 triliun.

Prestasi ini disokong oleh struktur permodalan yang kukuh, seiring tren kenaikan CASA sebesar 10,2 persen (yoy) mencapai Rp 1.082 triliun.

Komposisi CASA tersebut ditopang oleh simpanan tabungan senilai Rp 638 triliun atau naik 6,9 persen (yoy) dan simpanan giro sejumlah Rp 444 triliun atau melaju 15,3 persen (yoy).

Di lain pihak, total simpanan Dana Pihak Ketiga (DPK) merangkak 7,9 persen (yoy) hingga menjadi Rp 1.284 triliun.

Dengan perolehan tersebut, porsi CASA memegang peranan sebesar 84,3 persen dari total DPK.

"Kami memastikan penyaluran kredit BCA dilakukan dengan selalu mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perusahaan," ucap dari sumbernya.

Bahkan, kredit BCA didukung penuh oleh pembiayaan sektor produktif dengan nilai Rp 802 triliun, atau terangkat 11 persen (yoy).

Kucuran pembiayaan tersebut mencakup pos korporasi yang menguat 13,6 persen (yoy) menjadi Rp 513,4 triliun, beserta kredit komersial dan UKM yang tumbuh 6,6 persen (yoy) menjadi Rp 288,5 triliun.

Langkah pengucuran dana ini diimbangi oleh rasio loan at risk (LAR) serta kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang terkontrol dengan baik, yakni pada kisaran 4,9 persen dan 1,9 persen.

Dalam kurun waktu yang sama, emiten perbankan bertanda BBCA ini turut mengalokasikan kredit hijau (green financing) mencapai Rp 123 triliun atau merangkak 19 persen (yoy).

Raihan ini salah satunya ditopang kucuran pembiayaan berkelanjutan ke sektor Energi Baru Terbarukan yang bertumbuh hingga 82 persen (yoy) menjadi Rp 7,7 triliun.

Tak hanya itu, pembiayaan sektor kendaraan bermotor listrik naik 25 persen (yoy) mencapai Rp 4 triliun.

Sepanjang Semester I 2026, BCA menguasai nilai aset keseluruhan hingga Rp 1.661 triliun atau bertumbuh 10,4 persen (yoy) ketimbang kurun waktu yang sama di tahun lampau yakni Rp 1.504 triliun.

Terkini