Nasabah Lebih Minati Tenor Pendek Layanan Paylater BCA Tumbuh 8 Persen

Rabu, 29 Juli 2026 | 12:10:02 WIB
Ilustrasi Paylater BCA (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) merekam pertumbuhan pada penggunaan produk paylater seiring bertambahnya kesibukan transaksi nasabah.

Walaupun mengalami pertumbuhan, perseroan menyatakan mayoritas pemakai masih menjatuhkan pilihan pada tenor jangka pendek ketimbang angsuran periode panjang.

Dari sumbernya menyebutkan bahwa jumlah pengguna paylater BCA senantiasa mengalami peningkatan dengan kurva pertumbuhan sekitar 8 persen.

Namun demikian, karakter pemanfaatan nasabah memperlihatkan tendensi yang lebih waspada saat memakai fasilitas pembiayaan berbasis digital itu.

“Kalau kami lihat secara customer tetap tumbuh, yaitu kami tumbuh hampir 8%. Namun satu hal yang unik, kami melihat rata-rata customer menggunakannya justru di paylater yang satu bulan,” ujar dari sumbernya dalam paparan kinerja BCA semester I/2026, Selasa (28/7/2026).

Berdasarkan penuturannya, penggunaan tenor berdurasi panjang layaknya enam bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan belum dilirik sebagai pilihan utama oleh nasabah.

Kondisi ini menandakan bahwa pemakai paylater BCA masih memiliki kebiasaan memanfaatkan fasilitas tersebut secara berhati-hati.

Dari sumbernya menambahkan, kualitas pembiayaan paylater BCA sampai saat ini terhitung cukup terjaga apabila dibandingkan periode tahun lalu.

Walau begitu, perseroan memahami karakteristik portofolio bisnis paylater memiliki perbedaan ketimbang kartu kredit sebab menyimpan tingkat risiko yang cenderung lebih tinggi.

“Paylater adalah suatu portofolio yang relatif sedikit lebih tinggi dari NPL side. Namun demikian masih ter-cover dengan profitability kami,” katanya.

Pihak BCA menganggap ekspansi paylater masih memberikan sumbangan bernilai positif bagi dinamika transaksi masyarakat.

Lembaga keuangan ini menilai sarana tersebut dapat berfungsi sebagai energi tambahan bagi nasabah untuk melakukan aktivitas konsumsi, dengan tetap mengontrol mutu kredit.

Di sisi lain, secara agregat BCA mendokumentasikan penyaluran dana kredit pada semester I/2026 terangkat 8 persen secara tahunan menjadi Rp1.036 triliun.

Peningkatan kredit tersebut ditopang oleh pos pembiayaan produktif dengan nominal Rp802 triliun atau naik sebesar 11 persen (year on year/YoY).

Dari sudut pandang pendanaan, BCA masih memegang pilar likuiditas yang kokoh melalui kenaikan simpanan giro dan tabungan (CASA) sebesar 10,2 persen (YoY) mencapai Rp1.082 triliun beserta total dana pihak ketiga (DPK) yang menyentuh angka Rp1.284 triliun.

Terkini