KRAKSAAN - Di tengah langkah pemerintah yang gencar menggalakkan penghematan anggaran belanja, Badan Anggaran DPRD Kabupaten Probolinggo malah menyelenggarakan agenda pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027 di Hotel Morazen, Surabaya.
Agenda pengkajian tersebut digulirkan sejak Selasa (28/7) dan ditargetkan berjalan sampai Rabu (29/7).
Pimpinan DPRD Kabupaten Probolinggo dari sumbernya menganggap, penyelenggaraan rapat di penginapan/hotel tetap sah dilakukan apabila proses kajiannya memerlukan durasi yang mendalam.
Berdasarkan pandangannya, aturan efisiensi keuangan daerah tidak secara otomatis mengharamkan kegiatan rapat dilaksanakan di luar area perkantoran.
"Efisiensi boleh, tetapi kalau rapatnya memang membutuhkan pembahasan seperti ini, boleh dilaksanakan di hotel," kata dari sumbernya.
Pihaknya menyakini, penelaahan berkas anggaran bakal berjalan jauh lebih maksimal apabila diselenggarakan di penginapan.
Lantaran, para anggota dewan dan jajaran dapat meneruskan diskusi hingga larut malam tanpa terhambat kewajiban untuk segera pulang.
"Kalau di hotel biasanya lebih efektif karena tidak kesusu pulang. Pembahasan bisa dilanjutkan lagi, bahkan sampai jam dua malam. Kalau di kantor, biasanya sore sudah mulai break dan pulang," ujarnya.
Berdasarkan paparan dari sumbernya, diskusi draft KUA-PPAS APBD 2027 menjadi fase krusial dalam memetakan garis kebijakan keuangan daerah.
Oleh sebab itu, agenda tersebut memerlukan waktu yang memadai guna mencapai kesepakatan atas aneka program prioritas pembangunan.
Jika segenap proses negosiasi berjalan tanpa kendala, tuturnya, maka proses pengesahan kesepakatan KUA-PPAS APBD 2027 diproyeksikan dapat dirampungkan usai seluruh poin utama disetujui bersama.