Pencapaian APBN Indonesia Semester I Tahun 2026 Yang Kuat Dan Sehat

Kamis, 23 Juli 2026 | 12:35:28 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (FOTO: NET)

JAKARTA - Berdasarkan laporan dari sumbernya, APBN senantiasa memperlihatkan hasil yang kuat serta sanggup menjaga kesehatan fiskal.

Purbaya menuturkan kinerja APBN yang solid tersebut pun mendapatkan apresiasi dari badan pemeringkat dunia, yakni Standard & Poor's (S&P) dan Lianhe Credit Rating.

Di dalam pemaparannya, Purbaya mengutarakan bahwa pendapatan negara hingga penutupan Juni 2026 menembus angka Rp 1.459,4 triliun atau naik 21,4% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sementara itu, pengeluaran negara terealisasi sejumlah Rp 1.656,0 triliun atau bertambah 17,8% (yoy), menggambarkan APBN yang tetap ekspansif sekaligus produktif dalam menyokong aneka program prioritas pemerintah.

"Dengan pendapatan yang tumbuh kuat, belanja yang produktif, dan pembiayaan yang dikelola secara terukur, defisit APBN tetap terkendali sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen dari PDB, disertai surplus keseimbangan primer sebesar Rp 85,1 triliun," ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).

Menurut Sang Bendahara Negara, prestasi tersebut memperlihatkan bahwasanya APBN tidak sekadar sehat secara fiskal, melainkan juga terus menjalankan perannya sebagai instrumen vital dalam merawat stabilitas ekonomi, memacu ekspansi, serta menyokong pembangunan nasional.

"Ini menunjukkan fiskal Indonesia tetap kuat. Dengan kinerja tersebut, kami optimis APBN akan terus menjadi instrumen yang efektif dalam menjaga stabilitas, mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, serta memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi ke depan," terang Purbaya.

Kinerja APBN yang kokoh itu pun menjadi salah satu elemen yang mendasari ketetapan Standard & Poor's (S&P) mempertahankan rating kredit Indonesia pada posisi BBB dengan outlook stabil.

"APBN-nya bagus, ekspansif, dan mendukung pembangunan. Ini juga alasan mengapa S&P mempertahankan peringkat kita di BBB dengan outlook stabil," ujarnya.

Di samping S&P, Indonesia pun mengantongi pengakuan dari Lianhe Credit Rating, agensi pemeringkat terkemuka di Tiongkok, yang menganugerahkan peringkat AAA dengan outlook stabil bagi rencana emisi Panda Bond oleh Pemerintah Indonesia.

Purbaya menerangkan bahwa predikat puncak tersebut menjadi aset strategis bagi Indonesia guna memperluas jangkauan investor serta menembus pasar finansial Tiongkok yang mempunyai kapasitas likuiditas sangat masif.

"Kita keluar report-nya memberikan rating AAA stable. Jadi AAA itu yang paling tinggi. Di China peringkat utang kita itu yang mentok atas. Ini penting sekali untuk kita karena China merupakan pasar yang besar untuk surat utang," jelas Purbaya.

Berdasarkan keterangan Purbaya, Lianhe Creding Rating menganugerahkan predikat tersebut dengan ditopang oleh indikator ekspansi ekonomi Indonesia yang tetap tangguh, fundamental ekonomi yang kokoh, daya tahan terhadap gejolak eksternal, level utang luar negeri yang cenderung rendah.

Selanjutnya, daya bayar yang tangguh, cadangan devisa yang mencukupi, serta rasio utang pemerintah yang senantiasa pruden.

Purbaya menegaskan bahwasanya parameter-parameter itu mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang sehat serta diurus secara cermat.

"Utang luar negeri kita relatif rendah, kapasitas pembayarannya cukup, devisanya juga cukup. Rasio utang pemerintah juga tetap pruden," tutup dia.

Terkini