JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengatakan Koperasi Desa Merah Putih dapat membasmi praktik rentenir bagi para petani.
Kopdes akan memberikan layanan keuangan yang terjangkau bunganya bagi para petani di desa.
Menurut Prabowo, rentenir adalah penghisap darah petani.
Mereka menawarkan dana untuk kebutuhan petani, termasuk modal kerja, namun bunganya sangat tinggi.
"Saudara-saudara, khusus untuk Koperasi Desa Merah Putih ini, saya ingin jelaskan sedikit niatnya tadi adalah untuk menghilangkan rentenir. Rentenir itu hidupnya adalah dengan mengisap darahnya petani kami. Dengan bunga 1% sehari, tidak mungkin petani/produsen kami bangkit," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin kemarin.
Hal ini membuat penghematan besar bagi ekonomi Indonesia.
Prabowo memaparkan selama ini petani menjual hasil buminya ke pengepul atau tengkulak, kemudian dijual lagi ke distributor, dijual lagi ke sub-distributor, lalu ke pedagang grosir, berlanjut ke pedagang ritel, baru ke masyarakat.
Barang berputar dan bertambah harganya pada tahap perdagangan di lima pihak tersebut.
"Ternyata kami menemukan bahwa rantai pasok ini bisa memicu, menghemat ratusan triliun rupiah. Kalau kami lihat selama ini, petani jual ke pedagang pengepul. Pedagang pengepul ke distributor. Distributor ke sub-distributor. Sub-distributor ke pedagang grosir. Pedagang grosir ke pedagang ritel. Satu, dua, tiga, empat, lima pihak baru ke konsumen," beber Prabowo.
Sayangnya nilai tambah tersebut hanya dinikmati oleh pihak-pihak yang berada di tengah saja.
"Ternyata setelah diriset oleh Menteri Pertanian, keuntungannya yang diambil oleh pihak penengah ini adalah 30 sampai 40%. Jadi, diperhitungkan Rp 313 triliun! Jadi yang dinikmati oleh petani hanya 30% (sepertiga), yang dinikmati oleh konsumen30%, yang 40% dinikmati oleh middlemen. Sulit untuk ada kemakmuran," beber Prabowo.
Dia melanjutkan Kopdes Merah Putih hanya mengambil keuntungan 5-10% dari hasil pengolahan hasil bumi petani dan langsung dijual lagi ke masyarakat tanpa banyak perantara.
Artinya, ada lebih banyak uang yang bisa dihemat karena rantai pasoknya makin sedikit.
"Dengan Koperasi Merah Putih, marginnya kurang lebih 5 sampai 10%. Saya kira koperasi ambil 5% sudah cukup. Berarti sisanya bisa dinikmati petani dan konsumen. Ini adalah keamanan ekonomi jangka panjang," ujar Prabowo.