JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan realisasi penerimaan pajak sepanjang 2026 mencapai Rp 2.310,8 triliun. Proyeksi ini setara dengan 98,8% dari target dalam APBN 2026 yang sebesar Rp 2.357,7 triliun atau mencerminkan pertumbuhan 20,5% dibandingkan tahun lalu.
Berdasarkan proyeksi tersebut, penerimaan pajak diperkirakan masih berada di bawah target dengan kekurangan (shortfall) sekitar Rp 46,9 triliun. Walau demikian, nilai kekurangan ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan tahun 2025 yang menyentuh angka Rp 271 triliun.
Purbaya menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya mendongkrak kinerja penerimaan hingga akhir tahun. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan pajak dapat dipertahankan pada kisaran 23% secara tahunan.
“Ini kan penerimaan pajaknya turun lagi ke 20,5%. Kami akan jaga terus, mudah-mudahan kami bisa tahan di 23% terus untuk penerimaan pajaknya sehingga income kami juga akan lebih baik,” ujar Purbaya dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI, Selasa (7/7/2026).
Menurut beliau, strategi untuk meningkatkan penerimaan tidak akan dilakukan melalui kenaikan tarif pajak maupun pembuatan jenis pajak baru. Pemerintah lebih memilih membenahi administrasi perpajakan lewat peningkatan efisiensi aparatur, penyempurnaan sistem Coretax, serta perbaikan prosedur pengumpulan pajak.
Sementara itu, realisasi penerimaan pajak hingga Semester I-2026 telah menyentuh Rp1.035,7 triliun atau tumbuh 24,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut sudah memenuhi 43,9% dari target APBN 2026 sekaligus mengakhiri tren kontraksi yang sempat terjadi sebelumnya.
Berdasarkan jenisnya, PPh Badan beserta setoran deposit tercatat sebesar Rp 196,1 triliun atau naik 28,6% secara tahunan karena ditopang oleh membaiknya laba dunia usaha. Selanjutnya, PPh Orang Pribadi, PPh Pasal 21, dan deposit membukukan penerimaan Rp 146 triliun atau tumbuh 13,6% dibandingkan tahun lalu.
Adapun PPh Final, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 26 mencapai Rp 159,9 triliun atau meningkat 1,4% secara tahunan. Di sisi lain, penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPnBM menjadi penyumbang pertumbuhan yang paling tinggi.
Hingga akhir Juni 2026, penerimaan dari sektor tersebut mencapai Rp 380 triliun. Angka ini melonjak sebesar 42,2% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.