JAKARTA - Harga emas dunia kembali bergerak naik tajam pada perdagangan Jumat (3/7/2026) sekaligus bersiap mencatat kenaikan mingguan pertama dalam lima pekan terakhir. Penguatan ini didorong oleh meredanya proyeksi kenaikan suku bunga acuan The Fed setelah data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan perlambatan yang lebih dalam dari perkiraan pasar.
Komoditas emas melonjak 1,38% menuju level US$ 4.180,85 per ons troi pada awal sesi perdagangan dan sempat menyentuh angka tertinggi sejak 23 Juni. Di sisi lain, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk masa pengiriman Agustus ikut melejit 1,64% ke posisi US$ 4.193 per ons troi.
Secara akumulasi mingguan, nilai emas diperkirakan menguat sekitar 1,2% yang menjadi pertumbuhan mingguan pertama sejak akhir Mei lalu. Tren positif ini ditopang oleh rilis data nonfarm payrolls serta payroll sektor swasta Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar, sehingga mengurangi kekhawatiran terkait kebijakan suku bunga tinggi.
Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat mengumumkan penyerapan lapangan kerja baru hanya berada di angka 57.000 pada Juni, berbanding jauh dari prediksi para ekonom yang memperkirakan penambahan sebesar 110.000 pekerjaan. Kondisi tersebut langsung membuat pelaku pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral.
Berdasarkan data CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga acuan pada September mendatang saat ini berada di angka 54%, turun dari posisi sebelum data tenaga kerja dirilis yang sempat mencapai 66%. Kebijakan moneter Amerika Serikat saat ini dinilai sudah berada pada tingkat yang sedikit restriktif.
Namun, besarnya investasi pada sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence serta kondisi pasar tenaga kerja yang dinilai masih stabil membuat arah kebijakan bank sentral selanjutnya masih belum bisa dipastikan secara penuh. Faktor lain yang menyokong harga adalah tingginya permintaan fisik dari berbagai bank sentral.
Pada Mei kemarin, bank-bank sentral dunia kembali menimbun cadangan emas dengan total tambahan bersih mencapai 41 ton. Pergerakan positif ini juga menular pada komoditas logam mulia lainnya yang kompak merangkak naik dan berada di jalur penguatan mingguan.
Logam mulia jenis lain yang mengalami kenaikan ke bawah adalah:
Harga perak spot melejit 2,47% menjadi US$ 62,5 per ons
Platinum menanjak 2,4% ke posisi US$ 1.664,9 per ons
Paladium bertambah 1,91% menjadi US$ 1.2288,05 per ons