Rupiah Melemah ke Rp17.980 per Dolar AS pada Perdagangan 1 Juli 2026

Rabu, 01 Juli 2026 | 08:14:16 WIB
Ilustrasi Rupiah, Sumber: ekbis.harianjogja.

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan Rabu (1/7/2026). Tekanan terhadap mata uang Garuda dipicu menguatnya dolar AS setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika yang lebih baik dari perkiraan pasar.

Berdasarkan data, rupiah dibuka di level Rp17.980 per dolar AS, melemah 73 poin atau 0,41% dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp17.901 per dolar AS.

Penguatan dolar AS terjadi setelah data JOLTS Job Openings Amerika Serikat menunjukkan hasil yang lebih kuat dari ekspektasi, sehingga meningkatkan permintaan terhadap mata uang Negeri Paman Sam.

“Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang rebound oleh data pekerjaan AS JOLTS yang lebih kuat dari perkiraan,” ujar Lukman.

Meski demikian, tekanan terhadap rupiah diperkirakan tidak akan berlangsung terlalu dalam. Pelaku pasar saat ini juga menantikan sejumlah data ekonomi domestik yang dijadwalkan rilis pada siang hari, termasuk inflasi dan neraca perdagangan Indonesia.

Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan berada di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.

“Pergerakan rupiah diperkirakan berada pada range 17.900-18.000,” tambahnya.

Sementara itu, mayoritas mata uang di kawasan Asia juga bergerak melemah terhadap dolar AS.

Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terbesar setelah turun 0,62%, diikuti peso Filipina yang melemah 0,43%.

Selanjutnya, baht Thailand terkoreksi 0,26%, dolar Singapura turun 0,13%, dan ringgit Malaysia melemah 0,09%.

Yen Jepang juga terdepresiasi 0,08%, disusul yuan China yang turun 0,07%, serta dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,005%.

Di antara mata uang utama Asia, hanya dolar Taiwan yang berhasil bertahan di zona hijau dengan penguatan 0,07% terhadap dolar AS.

Terkini