OJK Sebut Penghimpunan Dana Korporasi Tetap Kuat Hingga Mei 2026

Jumat, 08 Mei 2026 | 15:57:47 WIB
Ilustrasi Kantor OJK, Kumparan (NET).

JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa kondisi pasar modal bergerak dinamis selama triwulan I 2026. Hal ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi serta fluktuasi pasar keuangan global.

"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 7.048,22 per 31 Maret 2026. Ini mengalami koreksi 18,49 persen, namun masih tumbuh 8,26 persen secara year-on-year," ujar Friderica dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) II di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Pada awal Mei 2026, pasar saham mulai menunjukkan tren penguatan dengan IHSG berada di posisi 7.057,11 per 5 Mei 2026. Indeks tercatat naik 1,44 persen secara month to date, yang menjadi indikator perbaikan sentimen pasar domestik. Walaupun ada tekanan global, aktivitas penghimpunan dana korporasi tetap tumbuh positif, mencapai Rp59,35 triliun hingga 5 Mei 2026.

Friderica menilai minat pendanaan di pasar modal dalam negeri masih terjaga, didominasi oleh penerbitan efek utang dan instrumen sukuk. “Penghimpunan dana oleh korporasi domestik di pasar modal juga tetap kuat. Hingga 5 Mei nilai penghimpunan dana di pasar modal sudah mencapai 59,35 triliun secara year to date," katanya.

Pencapaian tersebut menjadi bukti tingginya minat fundraising di Indonesia, terutama untuk efek utang atau sukuk yang bernilai 58,9 triliun rupiah.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, menegaskan komitmen dalam menjaga stabilitas keuangan nasional. LPS menempuh langkah optimalisasi program penjaminan serta efisiensi resolusi bank. Hingga Maret 2026, cakupan rekening nasabah yang dijamin LPS tetap di atas 90 persen, meliputi nasabah bank umum, BPR, dan BPRS.

Anggito juga menjelaskan bahwa porsi simpanan di atas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) stabil di level 30 persen. Meski stabil, tren suku bunga simpanan perbankan mulai turun perlahan pada berbagai kelompok bank dan deposan. “Suku bunga simpanan pasar menunjukkan tren penurunan secara bertahap. Kondisi ini terjadi lintas kelompok deposan dan kelompok bank,” ujarnya.


 

Terkini