JAKARTA - PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) mencatatkan tingkat kepemilikan saham publik sebesar 7,76% per Juni 2026.
Besaran tersebut setara dengan 86,9 juta lembar dari total 1,12 miliar saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Merespons situasi itu, pimpinan tertinggi perusahaan menyatakan bahwa pihak korporasi mematok sasaran kenaikan persentase saham publik guna merespons regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mensyaratkan batas terendah 15%.
"Saat ini kami tengah menyusun berbagai strategi untuk meningkatkan free float tersebut. Sejumlah pendekatan masih dalam tahap pembahasan dan evaluasi sehingga belum dapat dipaparkan secara rinci. Namun, perusahaan memastikan peningkatan free float telah menjadi salah satu prioritas strategis dalam beberapa tahun ke depan," ujarnya kepada sumbernya, Jumat (24/7/2026).
Berdasarkan aturan OJK, emiten berkode DVLA ini memegang batas waktu sampai Maret 2029 demi merampungkan kewajiban tersebut.
Melalui ketentuan itu, entitas bisnis tersebut masih mempunyai durasi sekitar tiga tahun guna mewujudkan sasaran itu.
Pimpinan perusahaan tersebut memastikan bahwa eksekusi rencana penguatan porsi saham publik bakal dijalankan sesegera mungkin.
Berdasarkan pandangannya, penambahan persentase saham di tengah masyarakat bukanlah perkara gampang sebab menuntut kalkulasi dari pelbagai sisi, baik situasi bursa maupun kemaslahatan korporasi.
"Target kami adalah pada saat batas waktu yang ditetapkan tiba, kami sudah dapat memenuhi persyaratan yang ada," tutup Ian