IHSG Sesi I Ditutup Menguat 0,36% ke 6.484, 316 Saham Naik

Rabu, 16 September 2026 | 12:50:00 WIB

MEDIAKEUANGAN.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 22,94 poin atau 0,36% ke level 6.484,10 pada sesi I perdagangan Rabu (16/9/2026). Penguatan ini terjadi setelah indeks sempat menyentuh level terendah 6.445,24 dan tertinggi 6.535,46, dengan 316 saham tercatat naik. Pelaku pasar kini menanti keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan Kamis (17/9/2026) dini hari WIB.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG dibuka pada level 6.453,91 dan langsung bergerak dinamis. Indeks sempat tertekan ke 6.445,24 sebelum berbalik menguat tajam menembus 6.500 dan mencapai puncak 6.535,46. Setelah itu, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.490-6.510 dan kembali melemah menjelang siang.

Dari sisi breadth pasar, 316 saham menguat, 285 saham melemah, dan 362 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 136,23 juta lot dengan nilai transaksi Rp6,24 triliun dan frekuensi sekitar 1,03 juta kali hingga waktu pengambilan data.

Pasar Reguler dan Negosiasi Jadi Penopang Transaksi

Transaksi di pasar reguler tercatat 125,77 juta lot dengan nilai Rp5,69 triliun. Pasar negosiasi menyumbang 10,46 juta lot senilai Rp551,02 miliar melalui 252 kali transaksi. Sementara pasar tunai hanya mencatat 36 lot dengan nilai Rp15,56 juta.

Komposisi ini menunjukkan aktivitas investor masih terkonsentrasi di pasar reguler, sementara pasar negosiasi digunakan untuk transaksi blok saham tertentu.

Harga Minyak Melonjak, Yield Obligasi AS Sentuh Level 2007

Sentimen eksternal menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan IHSG. Harga minyak Brent ditutup naik hampir 3% ke US$108,75 per barel, sedangkan WTI menguat lebih dari 4% menjadi US$105,83 per barel. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran pasokan energi akibat konflik Timur Tengah, termasuk gangguan jalur distribusi minyak Arab Saudi.

Lonjakan harga energi turut mendorong kenaikan yield obligasi global. Yield Treasury AS tenor 10 tahun sempat menembus 5,041%, tertinggi sejak 2007, sebelum ditutup di 4,966%.

The Fed Jadi Kunci, Pasar Perkirakan Kenaikan 25 Basis Poin

Investor menanti keputusan The Fed pada Kamis (17/9/2026) pukul 01.00 WIB. Berdasarkan CME FedWatch, pasar memperkirakan kenaikan suku bunga 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00% dengan probabilitas 92,4%.

Perhatian pasar kini tertuju pada sinyal kebijakan suku bunga selanjutnya. Jika The Fed memberi indikasi hawkish, tekanan terhadap aset berisiko di pasar emerging market, termasuk Indonesia, berpotensi meningkat.

Investasi mengandung risiko.

Terkini

IHSG Sesi I Ditutup Menguat 0,36% ke 6.484, 316 Saham Naik

Rabu, 16 September 2026 | 12:50:00 WIB

Cara Mengatasi Prokrastinasi di Tempat Kerja Secara Efektif

Rabu, 16 September 2026 | 12:00:00 WIB

Aplikasi Time Management Terbaik untuk Pekerja Modern

Rabu, 16 September 2026 | 12:00:00 WIB

Teknik Time Management Terpopuler untuk Pekerja Kantoran

Rabu, 16 September 2026 | 12:00:00 WIB