Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan BRI Capai Rp842,1 Triliun Tahun 2026

Senin, 14 September 2026 | 11:39:30 WIB
Pembiayaan berkelanjutan BRI mencapai Rp 842,1 triliun, dengan penyaluran pada sektor sosial dan lingkungan serta pengukuran dampak yang terukur (FOTO: NET)

JAKARTA - Pembiayaan berkelanjutan tidak cuma berurusan dengan besaran dana yang dialokasikan.

Efek yang dihasilkan buat warga dan lingkungan turut menjadi bagian vital dalam penerapannya.

Metode tersebut dijalankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dengan menghubungkan saluran pendanaan, pengucuran kredit, sampai pengukuran dampak yang tercipta.

Hingga akhir triwulan II 2026, portofolio pembiayaan BRI terkait ranah sosial serta lingkungan menyentuh Rp842,1 triliun, setara sekitar 58 persen dari total portofolio kredit perseroan.

Angka ini bertambah jika dibandingkan posisi semester I 2025 yang menyentuh Rp802,4 triliun.

Dari nilai tersebut, kredit terkait ranah sosial menjadi porsi terbesar dengan angka Rp739,9 triliun.

Portofolio itu mencakup kredit mikro sebesar 60,4 persen, kredit usaha kecil dan menengah (UKM) 37,1 persen, serta kredit perumahan bersubsidi 2,5 persen.

Kredit mikro dan UKM difokuskan demi menopang keberlangsungan aktivitas bisnis warga.

Sementara itu, pembiayaan hunian bersubsidi turut mendukung akses masyarakat atas kebutuhan tempat tinggal.

Di samping ranah sosial, BRI turut mencatat pembiayaan terkait lingkungan sejumlah Rp102,2 triliun atau kisaran 7,1 persen dari total portofolio kredit.

Pinjaman tersebut dikucurkan ke pelbagai aktivitas yang menopang pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan serta peralihan menuju ekonomi rendah karbon.

Porsi terbesar datang dari sustainable land management sebesar 69,2 persen.

Selanjutnya, pembiayaan energi baru terbarukan menyentuh 6,5 persen, produk ramah lingkungan 4,5 persen, green transportation 3,1 persen, efisiensi energi 2,6 persen, serta kegiatan lingkungan lainnya.

Penguatan pembiayaan sosial serta lingkungan tersebut berjalan seiring dengan pengembangan sustainable wholesale funding.

Sampai semester I 2026, sustainable wholesale funding BRI menembus Rp37,6 triliun.

Capaian ini melonjak dari Rp34,8 triliun pada 2025 dan Rp27 triliun pada 2024.

Produk pendanaan itu terdiri dari green bond, social bond, sustainability-linked loan, social loan, serta produk lainnya.

Social loan memegang porsi terbesar sebanyak 38 persen, disusul social bond 26,6 persen, sustainability-linked loan 23,8 persen, produk lain 7,9 persen, serta green bond 3,7 persen.

Pada penerapannya, dana atau proceeds yang didapat lewat produk seperti green bond serta social bond dipakai guna mendukung kredit yang memenuhi syarat sosial dan lingkungan.

Menerusi mekanisme tersebut, modal yang dihimpun dari investor sanggup dialirkan demi menopang aktivitas yang memberikan faedah, baik buat publik maupun lingkungan.

Penggunaan dana lantas dilengkapi dengan pengukuran serta pelaporan via impact report.

Dengan begitu, penanam modal tak sekadar memperoleh info mengenai penggunaan dana, tetapi juga dampak dari pembiayaan yang disokong produk itu.

Imbas tersebut salah satunya tampak dari penerbitan Social Bond BRI.

Berdasarkan Impact Report Social Bond BRI 2025, penggunaan modal dari penerbitan produk itu berpartisipasi atas terciptanya kisaran 59.000 lapangan kerja usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Dana tersebut turut menopang sekitar 23.000 peningkatan aset bisnis nasabah via pengucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes.

Sementara dari sisi lingkungan, kucuran dana yang ditopang green bond berpartisipasi pada pemangkasan emisi serta tata kelola sumber daya alam secara lebih berkelanjutan.

Berdasarkan laporan serupa, pengucuran proceeds green bond BRI berpartisipasi terhadap pencegahan emisi sebesar 2.711 kiloton setara karbon dioksida (kTCO2e) saban tahun.

Kredit tersebut juga mendukung praktik sustainable land management lewat penyaluran dana bagi pelaku usaha yang telah mengantongi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) atau Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Pengukuran tersebut menjadi bagian dari penerapan sustainable finance guna mencermati bagaimana kredit sanggup diterjemahkan menjadi keunggulan yang lebih nyata.

Lewat penggabungan sumber permodalan, pengucuran pembiayaan, serta kalkulasi dampak, BRI berupaya menjamin pembiayaan berkelanjutan sanggup menopang pertumbuhan ekonomi yang berjalan seiring dengan agenda sosial dan lingkungan.

Direktur Legal & Compliance BRI dari sumbernya menuturkan, pengembangan sustainable finance bakal terus menjadi bagian dari strategi pertumbuhan perseroan.

Ke depan, katanya, BRI akan terus mengembangkan sustainable finance sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perseroan.

“Langkah ini dijalankan secara terukur dengan mempertimbangkan aspek risiko, sekaligus memastikan setiap pertumbuhan yang dicapai turut menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan,” kata dari sumbernya dalam rilis pers yang diterima, Minggu (13/9/2026).

Terkini

Ramalan Shio Hari Ini, Rabu 16 September 2026

Rabu, 16 September 2026 | 07:36:00 WIB

Ramalan Keuangan 12 Zodiak, Rabu 16 September 2026

Rabu, 16 September 2026 | 07:36:00 WIB

Proton Savvy: Mesin Renault, Sasis Racikan Lotus

Rabu, 16 September 2026 | 07:36:00 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Recovery Layanan BBM Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 16:44:47 WIB