Kemenkeu Tindak Tiga Dari Lima Pegawai Pajak Bermasalah Yang Dipantau

Sabtu, 05 September 2026 | 18:57:58 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Keuangan dari sumbernya menekankan tekadnya guna merapikan jajaran internal serta memprotes keras oknum petugas di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang terbukti berbuat kecurangan.

Dari sumbernya mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan deretan pejabat yang terindikasi melakukan penyimpangan.

Malahan khusus penanganan dugaan pelanggaran pada sektor pajak spesifik, ia menyusun daftar peringkat lima oknum yang paling diindikasikan bermasalah guna ditindaklanjuti.

"Untuk beberapa kasus, misalnya saya lihat curiga, hal tertentu ya, mereka masih main, untuk pajak tertentu saya ranking 5 orang terbesar siapa yang dianggap main-main, terus mungkin 3 orang saya rumahkan. Itu memberi pesan ke pegawai pajak bahwa kami serius memperbaiki kualitas pengumpulan pajak," ujar dari sumbernya.

Di samping sanksi tegas secara perorangan, pihak Kemenkeu turut rutin merombak formasi pejabat pada level eselon 2, eselon 3, sampai eselon 4.

Aparat yang berkinerja buruk digeser ke wilayah daerah, sedangkan SDM yang berprestasi ditugaskan di kantor penerimaan pajak berkapasitas besar guna memaksimalkan pengumpulan pajak.

"Kan masyarakat sudah tahu sering bocor sana-sini. Misalnya saya periksa lah kira-kira pejabat mana yang sering mengerjakan hal-hal yang negatif, saya reorganize. Hampir semua orang pajak, eselon 2, eselon 3, eselon 4 saya kocok ulang, saya pindahin yang kurang baik ke daerah, yang baik ke pusat-pusat yang pengumpulan pajaknya besar, kantor-kantor pajak besar," paparnya.

Program pembersihan internal tersebut dipraktikkan pula di lingkungan DJBC lewat penataan ulang struktur dan pembukaan akses bagi para penegak hukum.

Dari sumbernya menyebutkan bahwasanya instansi penegak hukum seperti Kepolisian, Kejaksaan, hingga KPK saat ini diperbolehkan menindak oknum yang terindikasi melanggar aturan secara fair serta terbuka.

"Di Bea Cukai juga sama, saya organize semua, yang kemarin dianggap mencurigakan sudah ditangkap KPK kan? Itu kan sebelumnya nggak bisa. Mungkin 10 atau 15 tahun terakhir orang pajak dan Bea Cukai itu aman karena polisi, kejaksaan, KPK juga nggak bisa masuk. Sekarang saya bebaskan, bukan saya bebaskan, saya bilang kalau ada kesalahan masuk saja, nanti diproses sesuai dengan faktanya secara balance, secara fair," terangnya.

Berbekal penutupan celah kebocoran dana, penyegaran posisi pejabat, serta penindakan tanpa kompromi pada oknum bermasalah, dari sumbernya yakin capaian penerimaan sektor pajak dan bea cukai saat ini sudah kian menguat.

Dampaknya, menurut penjelasan dari sumbernya, perolehan pajak hingga penutupan Juli 2026 melonjak nyaris 30% ketimbang kurun waktu serupa pada tahun terdahulu.

Capaian positif tersebut murni dipicu oleh pembenahan internal.

"Tax collection kami sampai dengan akhir Juli tahun ini tumbuhnya hampir 30% dibanding tahun lalu. Tahun lalu itu tumbuhnya negatif. Jadi penerimaan kami kuat, nggak lemah. Ruang fiskal juga masih terbuka lebar, cukup kuat," tutur dari sumbernya.

"Memang penerimaan kami di atas perkiraan semula dan itu terjadi tanpa kenaikan tax rate, nggak ada saya naikkan tarif pajaknya, nggak ada pajak baru. Saya cukup perbaiki saja kinerja orang-orang pajak kami," ujarnya.

Tags

Terkini

IHSG Sesi I Ditutup Menguat 0,36% ke 6.484, 316 Saham Naik

Rabu, 16 September 2026 | 12:50:00 WIB

Cara Mengatasi Prokrastinasi di Tempat Kerja Secara Efektif

Rabu, 16 September 2026 | 12:00:00 WIB

Aplikasi Time Management Terbaik untuk Pekerja Modern

Rabu, 16 September 2026 | 12:00:00 WIB

Teknik Time Management Terpopuler untuk Pekerja Kantoran

Rabu, 16 September 2026 | 12:00:00 WIB