Tingkatkan Penerimaan Negara DSI Fokus Tutup Celah Kebocoran Ekspor SDA

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:55:09 WIB
Ilustrasi Sawit (FOTO: NET)

JAKARTA - Prospek cerah PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dalam mendongkrak ekonomi domestik dipaparkan oleh pengamat dari sumbernya.

Meski begitu, tolak ukur performa badan ini diingatkan agar tidak sebatas dipandang dari kuantitas transaksi yang diawasi.

Parameter kesuksesan yang amat mendasar terletak pada efektivitas DSI dalam menghentikan kebocoran kas negara.

Upaya ini mencakup penindakan praktik under-invoicing, transfer pricing, hingga pergeseran harga ekspor yang merugikan finansial negara.

“Jika itu efektif, basis pajak, PNBP, royalti, dan devisa hasil ekspor yang masuk ke dalam negeri akan meningkat. Jadi efek fiskalnya berasal dari perbaikan governance dan kepatuhan, bukan semata dari aktivitas perdagangan yang lebih besar,” kata pengamat tersebut saat dikonfirmasi, Selasa (25/8).

Dalam konteks makroekonomi, PT DSI memiliki peluang dalam mengokohkan ketersediaan valuta asing di pasar domestik.

Peran DSI diharapkan memastikan Devisa Hasil Ekspor (DHE) terrekam dengan akurat serta terintegrasi kembali ke sistem finansial tanah air.

“Semakin besar devisa ekspor yang tercatat, direpatriasi, dan bertahan di sistem keuangan nasional, semakin kuat dukungannya terhadap Rupiah dan stabilitas eksternal,” paparnya.

Walau begitu, penekanan diberikan bahwa manfaat optimal tersebut baru akan tercipta jika DSI tersambung utuh dengan kebijakan DHE, sektor pajak, kepabeanan, dan pengawasan lalu lintas keuangan antarnegara yang ketat.

Di sisi lain, pemerintah diingatkan supaya pembentukan PT DSI tidak menambah beban anyar bagi para pengusaha.

Lembaga ini diperingatkan agar tidak memicu munculnya rantai birokrasi baru yang berpotensi melambungkan biaya pengiriman barang ke luar negeri.

Fokus primer DSI dituntut konsisten pada transparansi nilai, integrasi data, serta penegakan aturan tanpa mengurangi efisiensi.

“Kalau governance-nya kuat, DSI bisa menjadi instrumen penting untuk memperkuat penerimaan negara sekaligus ketahanan eksternal. Tetapi kalau implementasinya tidak efisien, manfaat devisa yang diperoleh bisa tergerus oleh penurunan daya saing eksportir,” tutup pengamat dari sumbernya.

Tags

Terkini