Bekali Keterampilan Wirausaha PMI Taiwan via BRI Peduli Go Global

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:54:50 WIB
Dari Taiwan Bawa Pulang Keahlian, BRI Peduli Dorong PMI Naik Kelas Jadi Entrepreneur (FOTO: NET)

JAKARTA - BRI Peduli yang menjadi wadah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus menyalurkan bantuan nyata bagi PMI di Taiwan lewat agenda "BRI Peduli Go Global PMI Entrepreneur Academy: Building Skills, Creating Opportunities".

Inisiatif tersebut merupakan serangkaian aktivitas yang menyediakan wadah edukasi bagi para PMI untuk meraih keahlian praktis sekaligus menyiapkan pengembangan daya wirausaha dan opsi karier usai kembali ke tanah air.

Urutan aktivitas yang diikuti puluhan PMI di Taiwan tersebut diselenggarakan pada Sabtu (22/08/2026) di Deh Yu College of Nursing and Health, Keelung City, Taiwan, melalui agenda "PMI Entrepreneur Connect".

Pada hari berikutnya, yakni Minggu (23/08/2026), pihak perbankan menyelenggarakan "Beautypreneur Empowerment Workshop".

Saat sesi PMI Entrepreneur Connect, para peserta menjalani kelas pelatihan dan praktik mengolah makanan bersama pengajar, mulai dari pengenalan bahan baku, teknik pengolahan, hingga penyajian kuliner Taiwan secara praktis.

Pendekatan praktik diterapkan supaya peserta tak cuma paham teori, melainkan juga memperoleh pengalaman langsung yang dapat dipraktikkan dan dikembangkan ke depannya.

Pada kesempatan tersebut, para peserta juga mengikuti kelas pelatihan serta praktik memasak hidangan khas Taiwan secara terpadu bersama pengarah di Keelung District Fishermen's Association dan mendulang pengalaman praktik langsung mulai dari pengenalan materi bahan, alur pengolahan, sampai tata penyajian hidangan.

Peningkatan kapasitas bagi PMI diteruskan lewat agenda Beautypreneur Empowerment Workshop di mana peserta memperoleh materi edukasi berupa peragaan serta praktik kecantikan bersama pelatih rias profesional dengan kurikulum yang mudah diserap serta aplikatif.

Membawa konsep Beauty & Inclusivity, agenda ini menempatkan kecantikan sebagai bagian dari sarana mengekspresikan diri yang dapat diakses oleh setiap orang.

Materi dipaparkan secara inklusif dan selaras dengan kebutuhan peserta, tanpa memandang latar belakang ataupun tingkat kemahiran dalam memakai alat rias.

Agenda ini juga dilengkapi dengan peragaan dan praktik tata rias yang dibimbing oleh seorang instruktur kecantikan profesional berwarganegara Indonesia yang menetap di Taiwan, dengan melibatkan peserta secara aktif sepanjang agenda berlangsung.

Dari sumbernya, salah satu PMI di Taiwan asal Surabaya, menyatakan bahwa melalui agenda ini, pihaknya mendapatkan wawasan serta kemahiran baru, salah satunya dalam mengolah kuliner Taiwan yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi peluang bisnis.

"Kegiatan ini juga mendorong kami sebagai PMI untuk menjadi lebih mandiri, kreatif, dan mampu melihat peluang yang dapat dikembangkan di Indonesia. Saya berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat menjadi modal untuk membangun usaha yang berkelanjutan dan meningkatkan perekonomian setelah kembali ke Tanah Air," ungkapnya dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (25/8/2026).

Pada sisi lain, dari sumbernya, PMI di Taiwan asal Solo menambahkan, program penguatan daya dari BRI Peduli menghadirkan nilai manfaat bagi para PMI di Taiwan, khususnya dalam mengisi waktu libur dengan aktivitas yang positif dan produktif.

Lewat pelatihan tata rias ini, peserta tidak sekadar memperoleh kemahiran untuk mempercantik serta merawat penampilan diri sendiri, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menumbuhkan kemampuan tersebut menjadi peluang usaha sebagai penata rias.

"Semoga ilmu dan keterampilan yang didapatkan hari ini dapat terus dipraktikkan dan menjadi bekal untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemandirian, serta membuka peluang usaha di masa depan," imbuhnya.

Dari sumbernya memaparkan bahwa pihak perusahaan telah memiliki peta jalan pemberdayaan PMI yang dijalankan secara berkesinambungan.

"BRI hadir mendampingi perjalanan diaspora Indonesia, terutama PMI, secara menyeluruh, tidak hanya sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga sebagai bagian dari proses pemberdayaan. Melalui program CSR, literasi keuangan, dan pengembangan keterampilan kewirausahaan, BRI mendorong diaspora untuk memanfaatkan penghasilan dan remitansi secara lebih produktif, mulai dari memenuhi kebutuhan keluarga hingga membangun tabungan, investasi, aset, dan modal usaha di Indonesia," ujar dari sumbernya.

"Pada akhirnya, BRI ingin memastikan bahwa apabila selesai bekerja di luar negeri, PMI tidak hanya pulang ke Indonesia, tetapi pulang dengan kehidupan yang lebih sejahtera. Diaspora diharapkan kembali dengan keterampilan, aset, dan kemampuan berwirausaha yang lebih kuat sehingga dapat memperkuat ekonomi dan menciptakan lapangan kerja," pungkas dari sumbernya.

Tags

Terkini