Dana Rp534 Triliun Menguap dalam Sebulan, Hedge Fund AI Tersungkur

Senin, 24 Agustus 2026 | 21:45:00 WIB

MEDIAKEUANGAN.ID — Aschenbrenner, mantan karyawan OpenAI berusia 25 tahun, membangun reputasi lewat esai 165 halaman tentang masa depan AI. Berbekal kepercayaan investor, dana kelolaannya melesat dari US$1,5 miliar menjadi lebih dari US$45 miliar hanya dalam setahun.

Strateginya terbilang ekstrem. Situational Awareness memasang posisi beli besar-besaran di saham perusahaan chip dan pemenang AI lainnya, sambil berspekulasi bahwa saham software akan melemah. Untuk melipatgandakan keuntungan, dana ini meminjam hingga tiga kali lipat dari modal sendiri, plus menggunakan derivatif kustom bernama "flex options".

Bank-bank besar seperti Goldman Sachs, JPMorgan, dan Bank of America ikut mendanai strategi ini. Namun, Jefferies dan Barclays menolak karena menilai portofolionya terlalu terkonsentrasi dan berisiko.

Pasar Berbalik, Kerugian Menggunung

Masalah dimulai pertengahan Juli ketika model AI murah asal China mengubah sentimen pasar. Saham-saham andalan Situational seperti Bloom Energy dan Sandisk anjlok, sementara saham yang mereka short seperti Adobe dan AppLovin justru menguat. Kerugian terjadi dari dua arah sekaligus.

Pada 29 Juli, tim Aschenbrenner mencoba menjual saham perusahaan AI Anthropic senilai US$5 miliar dengan diskon 20 persen untuk mendapatkan uang tunai cepat. Beberapa investor besar seperti Sequoia dan Greenoaks sempat menyatakan minat.

Namun, di saat bersamaan, negosiasi rahasia dengan Citadel dan Millennium Management berjalan. Ken Griffin, bos Citadel, akhirnya memenangkan kesepakatan untuk membeli mayoritas portofolio saham likuid dengan diskon sekitar 10 persen. Kesepakatan itu membuat rencana penjualan saham Anthropic batal, dan membuat sejumlah calon investor geram.

Pelajaran Berharga dari Kehancuran Kilat

Kerugian 67 persen dalam sebulan menjadi pengingat keras akan bahaya leverage berlebihan. Kasus ini mengingatkan pada keruntuhan Archegos Capital yang mengguncang Wall Street beberapa tahun lalu. Bedanya, Situational Awareness masih bertahan dan perlahan membangun ulang portofolionya.

Menariknya, di tengah badai finansial itu, Aschenbrenner tetap melangsungkan pernikahan dengan Avital Balwit, chief of staff CEO Anthropic, di Carmel, California. Dalam sambutan pernikahan, ada sindiran setengah bercanda yang berterima kasih kepada Ken Griffin dan Citadel "karena membuat hari itu mungkin terjadi".

Kini, tim Situational Awareness tengah menemui klien satu per satu untuk menjelaskan penyebab kerugian dan melakukan evaluasi menyeluruh atas manajemen risiko. Kasus ini menjadi bukti bahwa di pasar modal, strategi paling cerdas sekalipun bisa runtuh dalam hitungan hari jika tak diimbangi pengendalian risiko yang disiplin.

Terkini