Pendiri Google Gelontorkan Rp1,8 Triliun Lawan Pajak Kekayaan California

Jumat, 14 Agustus 2026 | 12:47:03 WIB
Sergey Brin (FOTO: NET)

JAKARTA - Dana dalam jumlah melebihi US$100 juta atau setara Rp1,8 triliun disalurkan pendiri Google Sergey Brin guna menentang usulan pungutan pajak kekayaan bagi para miliarder di wilayah California, Amerika Serikat.

Berdasarkan pemberitaan Fortune, pasokan dana tambahan senilai US$20 juta diserahkan kepada Building a Better California, yaitu komite aksi politik (PAC) serta organisasi advokasi yang bergerak menolak pajak miliarder di California sekaligus mengawal regulasi pro-bisnis.

Berbekal dana tambahan itu, keseluruhan sumbangan Brin kepada kelompok tersebut telah genap berada di angka US$102 juta.

Sementara itu, draf pajak ini dijadwalkan masuk dalam daftar pemungutan suara lewat Proposition 40 pada November yang akan datang.

Berdasarkan ketentuan yang dirancang, pajak tunggal sebesar 5% bakal dikenakan kepada sekitar 200 miliarder di wilayah California.

Porsi sebesar 90% perolehan pajak akan dialokasikan demi menunjang fasilitas layanan kesehatan negara bagian, sementara 10% sisa penerimaan digunakan bagi sektor pendidikan, dukungan pangan, dan tata kelola administrasi.

Bermodalkan kekayaan yang ditaksir hampir menyentuh US$270 miliar, Brin berpeluang menanggung kewajiban bayar pajak di atas US$13 miliar jika draf aturan ini diresmikan.

Sebagai negara bagian berpenduduk paling banyak, California menjadi titik sentral perbincangan mengenai skenario ekonomi K-shaped, alias jurang pemisah antara kelompok kaya dan kalangan kurang mampu.

Meskipun wilayah "Golden State" mempunyai nilai PDB hingga US$4 triliun, yang membuat bobot ekonominya setara negara Inggris, tercatat 18% warganya masih berada di bawah garis kemiskinan.

Persentase tersebut merupakan yang paling tinggi di kawasan Amerika Serikat, yang sebagian besar terdorong oleh mahalnya ongkos hidup di daerah tersebut.

Inisiatif kebijakan yang bakal diputuskan lewat sistem voting ini memicu resistensi dari kelompok elite terkaya di California, seperti bekas CEO Google Eric Schmidt serta pendiri PayPal Peter Thiel, yang mana keduanya juga telah memberikan dana donasi kepada ormas-ormas penolak aturan tersebut.

Brin menyamakan poin aturan tersebut dengan rekam jejak masa lalunya sewaktu tumbuh dalam kurungan sistem sosialis Uni Soviet.

"Saya melarikan diri dari sosialisme bersama keluarga saya pada tahun 1979 dan mengetahui betapa menghancurkan dan menindasnya masyarakat yang tercipta di Uni Soviet akibat sistem tersebut. Saya tidak ingin California berakhir dengan nasib serupa," ujarnya dalam sebuah pernyataan kepada New York Times pada April lalu.

Tags

Terkini