JAKARTA - Menteri Keuangan mengungkapkan wacana Presiden Prabowo Subianto untuk memanfaatkan sebagian cuan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara demi memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Perolehan keuntungan tersebut diproyeksikan sebagai instrumen cadangan di dalam kas negara.
"Danantara kan menghasilkan juga keuntungan. Presiden merencanakan sebagian keuntungan sebagai cadangan untuk APBN," ujar dari sumbernya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (11/8).
Dari sumbernya menyebut wacana pengalihan anggaran itu sampai sekarang masih sebatas konsep.
Pihak pemerintah perlu melakukan pembahasan lanjutan terkait wacana tersebut bersama manajemen Danantara.
"Itu baru ide, masih dibicarakan dengan Danantara," ujar dari sumbernya.
Prabowo sempat mengungkap kinerja BPI Danantara yang mencatatkan lompatan pendapatan amat tinggi sampai 400 persen.
Capaian tersebut disampaikan oleh Kepala Negara saat memberikan kata sambutan pada acara peluncuran serta bedah buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Jakarta Pusat, Jumat (7/8).
Berdasarkan berkas laporan yang diterimanya, Prabowo menyampaikan penghasilan Danantara menanjak hingga kuranglebih 400 persen dalam kurun satu tahun berjalan.
Walau begitu, dirinya menegaskan bahwa torehan tersebut tetap harus diaudit serta diteliti secara cermat.
"Dalam satu tahun beroperasi Danantara, saya dapat laporan bahwa revenue atau penghasilan dari Danantara sudah naik 400 persen, saudara-saudara, kurang lebih. Ini terus harus kami audit, terus harus kami cek," ujar dari sumbernya.
Berdasarkan pandangannya, bilamana pertumbuhannya tidak genap 400 persen dan hanya di kisaran 300 persen ataupun 200 persen, angka tersebut tetap memperlihatkan pertumbuhan yang sangat besar dalam masa satu tahun.