JAKARTA - Langkah penguatan struktur modal terus dilakukan PT Bank BCA Syariah dengan memacu perolehan dana murah.
Keberhasilan strategi tersebut tercermin pada pergerakan pemupukan current account saving account (CASA) yang melaju lebih melesat daripada perolehan dana pihak ketiga (DPK) secara umum.
Posisi DPK BCA Syariah hingga Juni 2026 tercatat berada di angka Rp15,4 triliun atau terangkat 10,2 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Pencapaian ini ditopang oleh kenaikan simpanan CASA yang menguat 14,6 persen yoy hingga menyentuh Rp6,5 triliun.
Pimpinan perseroan dari sumbernya mengungkapkan bahwasanya pemantapan sektor simpanan menjadi salah satu kunci pembuka tren positif performa perusahaan sepanjang paruh awal 2026.
“BCA Syariah pada semester pertama 2026 tumbuh solid dan berkelanjutan, tercermin dari peningkatan total aset yang didukung oleh pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga,” ujar dari sumbernya dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).
Menilik strukturnya, pertumbuhan porsi dana murah terdorong terutama oleh produk giro yang melambung 23,2 persen yoy ke posisi Rp3,8 triliun.
Selanjutnya, simpanan tabungan terkatut naik 4,5 persen yoy menuju angka Rp2,7 triliun.
Adapun porsi simpanan deposito bertambah 7,2 persen YoY hingga mencapai Rp8,9 triliun.
Penguatan dana murah tersebut menjadi poin vital di tengah fokus lembaga perbankan menekan beban dana sekaligus menopang laju pembiayaan.
Di periode serupa, portofolio pembiayaan BCA Syariah berhasil tumbuh 20,5 persen yoy mencapai Rp13,6 triliun.
Atas capaian DPK yang terus berada di jalur positif, BCA Syariah bertekad menjaga konsistensi penguatan struktur pendanaan serta meningkatkan kualitas penyaluran pembiayaan ke depannya.