Wabup Berharap Alokasi APBD 2027 Optimal Entaskan Kemiskinan di Kobar

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:01:54 WIB
Wakil Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Suyanto (FOTO: NET)

JAKARTA - Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto mengutarakan ekspektasi pemerintah daerah supaya alokasi APBD pada 2027 mendatangkan dampak nyata, termasuk menuntaskan problem kemiskinan secara terpadu dari sumbernya.

"Untuk menurunkan angka kemiskinan perlu diperkuat dan dilakukan secara konsisten, salah satunya dengan melaksanakannya program penanggulangan kemiskinan secara terintegrasi, berbasis data, tepat sasaran, dengan hasil yang terukur," kata Suyanto di lokasi acara.

Berdasarkan pandangannya, isu kemiskinan tidak sekadar menyangkut tingkat penghasilan, melainkan turut berhubungan dengan keterjangkauan akses pendidikan, fasilitas kesehatan, ruang kerja, produktivitas, serta pemenuhan kebutuhan dasar lainnya.

Langkah tersebut disiapkan sebab pada 2027, persentase kemiskinan dibidik merosot sampai level 3,1 persen dan ketimpangan rasio gini ditargetkan pada posisi 0,265.

Sementara itu, untuk tingkat pengangguran terbuka pada 2027 dipatok dapat turun mencapai angka 3,71 persen.

"Dalam mengatasi pengangguran, kami harus memperkuat keterkaitan antara investasi dunia usaha, pendidikan, pelatihan kerja, UMKM dan penciptaan lapangan kerja," ucap Suyanto.

Penjelasan tersebut dikemukakannya merespons tercapainya persetujuan dokumen Rancangan KUA serta PPAS oleh DPRD Kobar beberapa waktu lalu.

Di samping itu, pimpinan daerah ini menginstruksikan seluruh instansi perangkat daerah agar segera menuntaskan tahapan penyusunan RKA-SKPD serta rancangan Perda mengenai APBD tahun anggaran 2027.

Salah satu fokusUtamanya adalah mencermati potensi penerimaan daerah serta pengoptimalan PAD lewat inovasi, intensifikasi, maupun ekstensifikasi yang tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Tahap berikutnya adalah memastikan seluruh deretan program kegiatan mengantongi tolok ukur kinerja serta target yang terukur, sehingga keberhasilan pembangunan dapat dievaluasi secara obyektif dengan mengedepankan efisiensi, akuntabilitas, dan keterbukaan belanja.

Langkah ini diprioritaskan untuk menggenjot porsi anggaran belanja utama yang memberikan dampak langsung bagi warga jika dibandingkan belanja pendukung.

Suyanto mengimbuhkan bahwa dinamika tantangan pembangunan wilayah pada masa depan bakal kian rumit, baik dari sudut pandang ekonomi, sosial, hingga daya dukung lingkungan.

"Namun dengan sinergi dan komitmen yang kuat dari semua pihak, saya yakin kami mampu wujudkan Kotawaringin Barat yang semakin jaya, maju, mandiri dan berdaya saing," demikian Suyanto.

Tags

Terkini