Pramono Minta Pemotongan Anggaran APBD Jakarta Tidak Ditambah Lagi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:01:53 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (FOTO: NET)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengimbau pemerintah pusat agar tidak menambah pemangkasan dana alokasi transfer menuju Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dari sumbernya.

Berdasarkan pandangannya, ketahanan anggaran Jakarta sebenarnya masih sanggup menopang keperluan belanja pembangunan walau dana daerah sempat dipangkas.

Kendati demikian, dirinya berharap porsi pemotongan dana tersebut tidak makin diperbesar.

Imbauan tersebut diutarakannya ketika menyampaikan pidato pada gelaran Jakarta Asset Forum & Expo 2026 di tempat acara pada Selasa.

Agenda tersebut turut disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.

Pada mulanya, pimpinan daerah menerangkan krusialnya pembiayaan kreatif bagi pemerintah wilayah supaya tidak senantiasa bertumpu pada alokasi APBD maupun suntikan dana dari pusat.

"Maka sekali lagi sebagai Gubernur Jakarta, saya memahami kenapa Jakarta perlu creative financing. Kami menggunakan dana-dana KLB untuk membangun, kami juga gunakan obligasi daerah," katanya.

Pihaknya menerangkan bahwasanya Pemprov DKI Jakarta mengagendakan penerbitan obligasi sejumlah Rp5,2 triliun pada tahun mendatang.

Menurutnya, pihak pemda masih mampu mengelola kewajiban surat utang itu di tengah kebijakan penghematan dari pemerintah pusat.

Walau begitu, dirinya enggan apabila terjadi pemangkasan anggaran susulan di periode mendatang.

"Sebenarnya bagi Jakarta, angka ini bukan angka yang menyulitkan. Siapa pun pasti akan bisa menyelesaikan kalau APBD Jakarta... walaupun masih dipotong, asal motongnya jangan nambah lagi lah begitu. Ini mumpung ada Pak Menko," ujarnya.

Dirinya mengungkapkan Pemprov DKI Jakarta tak lagi cuma menyandarkan modal pembangunan pada APBD semata.

Menurut keterangannya, Jakarta kini giat mematangkan skema pembiayaan kreatif, seperti pemanfaatan KLB, SLF, SP3L, hingga peluncuran obligasi daerah atau municipal bond.

Pramono berharap pelaksanaan JAFEX 2026 dapat membuka terobosan anyar bagi kota Jakarta untuk konsisten berinovasi pada sektor pembangunan sekaligus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai kalangan.

Dirinya menekankan bahwa pola kemitraan mesti mendatangkan faedah bagi semua belah pihak, tidak melulu untuk kepentingan Jakarta.

"Mudah-mudahan penyelenggaraan JAFEX 2026 ini menjadi peluang baru bagi Jakarta untuk berinovasi membangun dirinya, membuka ruang untuk berkolaborasi, bekerja sama dengan siapa pun selama untuk kemajuan bersama," tutupnya.

Tags

Terkini