Pemerintah Siapkan Insentif Mobil Listrik 2026 Mobil Hybrid Tak Dapat

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:50:06 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di GIIAS 2026 (FOTO: NET)

JAKARTA - Pemerintah sedang merancang bantuan insentif bagi kendaraan berbasis listrik untuk tahun 2026.

Namun pada rancangan kebijakan ini, pihak pemerintah memberikan petunjuk tidak mencantumkan subsidi untuk mobil bermesin hybrid.

Keterangan tersebut dipaparkan oleh dua pejabat menteri bidang ekonomi dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto, yakni dari sumbernya.

Mengenai hal ini, dijelaskan bahwa pihak pemerintah masih menuntaskan serta mematangkan formula insentif bagi kendaraan ramah lingkungan.

Agenda bantuan ini ditargetkan menyasar kisaran 500.000 unit sepeda motor listrik beserta armada roda empat listrik.

Di samping unit sepeda motor, pihak regulator turut menyiapkan dana insentif untuk mobil listrik.

Kendati demikian, besaran insentif maupun kuota kendaraan penerima fasilitas itu masih belum dibocorkan.

"Masih didiskusikan, tapi dalam waktu dekat akan dikeluarkan. Sebentar lagi. Untuk 500 ribu motor," ujar dari sumbernya usai mengunjungi pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Tangerang, Selasa (4/8/2026).

Mekanisme rinci penyerahan bantuan dan kriteria kendaraan penerima stimulus tersebut belum dijabarkan lebih lanjut.

Menurut keterangannya, Presiden Prabowo Subianto direncanakan mengumumkan secara langsung paket kemudahan tersebut dalam jangka kurun dua hingga tiga pekan mendatang.

Bagi jenis kendaraan hybrid, ditegaskan belum terdapat agenda pengucuran insentif.

"Saya belum dengar rencana itu. Yang ada rencananya adalah EV saja," katanya.

Regulator juga terus membedah batasan cakupan fasilitas untuk kendaraan listrik baterai berunsur nikel maupun lithium.

Walau begitu, skema rinci yang dirancang masih belum dijelaskan.

Pada kesempatan berbeda, dijelaskan pula bahwa pemerintah belum mengagendakan insentif tambahan untuk mobil hybrid electric vehicle (HEV).

Pertumbuhan angka penjualan serta manufaktur HEV dinilai sudah memperlihatkan tren yang amat positif.

Bahkan mayoritas tipe kendaraan hybrid yang dipasarkan di tanah air telah dirakit di dalam negeri.

"Sekranag hybrid penjualannya naik karena dengan infrastruktur terbatas, teknologi ini jadi solusi bagi masyarakat sebelum masuk ke BEV (battery electric vehicle)," kata dari sumbernya saat mengunjungi GIIAS 2026 di ICE BSD, Tangerang, Jumat (7/8/2026).

Menurut pandangannya, target penyediaan insentif guna memacu manufaktur lokal serta penguatan komponen dalam negeri pada mobil hybrid telah berhasil dicapai.

Mengacu pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi mobil hybrid dari pabrik menuju diler mencapai angka 42.366 unit selama rentang Januari hingga Juni 2026.

Pencapaian tersebut menanjak sebesar 47 persen jika dibandingkan kurun waktu setara pada tahun lalu, saat penjualan HEV berada di angka 28.817 unit.

Sektor manufaktur juga mencatatkan grafik pertumbuhan.

Di kurun semester I/2026, perakitan HEV menyentuh 57.234 unit, atau naik 39,9 persen dibandingkan 40.903 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan sektor HEV ini memang masih di bawah pencapaian BEV dari sisi kuantitas penjualan.

Angka distribusi pabrik ke diler untuk mobil listrik berbasis baterai menyentuh 69.739 unit di semester I/2026, melonjak tajam 80,8 persen dari angka 38.576 unit di periode setara tahun lalu.

Akan tetapi, tingkat manufaktur BEV terpaut jauh lebih rendah bila dibenturkan dengan HEV.

Selama periode Januari-Juni 2026, perakitan BEV terekam pada angka 36.969 unit alias meroket 260 persen ketimbang 10.262 unit pada semester I/2025.

Rangkaian angka ini menandakan industri HEV di Indonesia telah mengantongi fondasi perakitan yang relatif lebih mapan.

Di sisi lain, ekosistem industri BEV masih beroperasi pada tahap pematangan kapasitas perakitan serta pemenuhan tingkat komponen lokal.

Tags

Terkini