Saham Dua Bank Raksasa Dinilai Murah Memiliki Peluang Cuan Hingga 46 persen

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:11:11 WIB
Ilustrasi IHSG (FOTO: NET)

JAKARTA - Harga efek 2 bank raksasa, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) serta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), tengah berada pada titik terendahnya dengan return on equity (ROE) yang tergolong bagus.

Prospek imbal hasilnya amat menjanjikan sampai angka 46%.

Mengacu pada data Stockbit Sekuritas yang dipublikasikan Minggu (9/8/2026), rasio PE efek BMRI sekarang (trailing twelve months/TTM) menyentuh 6,3 kali.

Adapun rasio PE (TTM) efek BBNI tercatat sebesar 6,5 kali.

BMRI dan BBNI tergolong sebagai saham kapitalisasi besar (big cap) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saat sesi perdagangan Jumat (7/8/2026), BMRI menanjak 0,9% ke angka Rp 4.240 dan rentang sepekan terangkat 1,19%.

BBNI naik 0,2% pada level Rp 3.630 serta secara mingguan menguat 2,8%.

Dari sumbernya lewat laporan analisisnya mempertahankan saran pembelian untuk saham Bank Mandiri (BMRI).

Proyeksi nilai saham BMRI dipatok pada posisi Rp 6.200.

Kondisi ini memperlihatkan prospek imbal hasil mencapai 46,2% bilamana memperhitungkan harga terkini.

Proyeksi nilai BMRI memakai acuan inverse cost of equity (inverse CoE) lima tahun sebesar 11,6%.

CoE merupakan tingkat pengembalian yang disyaratkan investor untuk penanaman modal pada efek perseroan.

Penghitungan tersebut turut memakai asumsi laju pertumbuhan jangka panjang atau long-term growth (LTG) sebesar 3%.

Proyeksi nilai saham BMRI menggambarkan rasio harga terhadap nilai buku wajar (fair value price to book value/FV PBV) sejumlah 1,8 kali.

Faktor risiko atas pandangan tersebut berupa kemungkinan harga minyak yang bertahan tinggi dalam kurun panjang, sehingga bisa menggerus NIM dan mutu aset.

Dalam periode kuartal II-2026, Bank Mandiri (BMRI) mampu mencetak hasil melampaui ramalan para ahli.

BMRI memperoleh laba bersih Rp 15 triliun di kuartal II-2026 atau melorot 2% qoq, tetapi naik 33% yoy.

Sementara itu, dari sumbernya lewat publikasi risetnya tetap memegang saran pembelian saham Bank Negara Indonesia (BBNI) atau BNI.

Proyeksi nilai saham BBNI dipasang pada level Rp 5.100.

Pencapaian ini mengindikasikan prospek keuntungan sebesar 40,5% jika merujuk pada harga paling baru.

Proyeksi nilai BBNI menetapkan price to book value (PBV) sebesar 0,9 kali bagi perkiraan 2026-2027.

Patokan ini juga memperlihatkan asumsi kenaikan laba moderat, masing-masing 5,4% yoy di 2026 dan 12,2% yoy di 2027.

Ancaman utamanya terletak pada kondisi ekonomi makro yang lebih lesu dari perkiraan serta terjadinya pemburukan mutu aset.

BBNI mengantongi laba bersih semester 1-2026 mencapai Rp 10,8 triliun atau tumbuh 6,6% yoy.

Secara umum, raihan ini sejalan dengan perkiraan karena memenuhi 51% dari proyeksi dari sumbernya 2026 dan 51% dari estimasi konsensus 2026.

Tags

Terkini