Kebakaran Gedung Bapenda DKI Dipastikan Tidak Merusak Kerahasiaan dan Keamanan Data Pajak

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:10:47 WIB
Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta (FOTO: NET)

JAKARTA - Gedung Dinas Teknis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta yang berlokasi di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, dilalap si jago merah pada Jumat malam.

Musibah kebakaran tersebut menghanguskan beberapa area lantai gedung itu.

Peristiwa amukan si jago merah terjadi pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 21.30 WIB dan kobaran api merembet dari lantai 11 hingga lantai 16.

Si jago merah akhirnya berhasil dijinakkan pada Sabtu (8/8).

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjamin seluruh data perpajakan tetap aman, sedangkan aparat kepolisian masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab insiden tersebut.

Dari sumbernya menjamin insiden kebakaran tidak memengaruhi keamanan data perpajakan daerah DKI Jakarta.

Dokumen-dokumen tersebut telah memiliki cadangan berformat digital sehingga tetap bisa diakses.

"Data perpajakan DKI Jakarta aman karena sudah ter-back up secara digital, sehingga layanan perpajakan tidak terganggu," ujar dari sumbernya dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).

Dari sumbernya menerangkan bahwa data perpajakan sudah diproses secara digital.

Sistem pencadangan juga berada di peladen serta pusat data yang posisinya tidak menyatu dengan Gedung Abdul Muis.

"Data perpajakan DKI Jakarta dinyatakan aman karena seluruh data telah terdigitalisasi serta memiliki sistem pencadangan pada server dan pusat data yang berada di lokasi terpisah, sehingga layanan perpajakan tidak terganggu," ungkap dari sumbernya.

Melihat situasi tersebut, dari sumbernya menegaskan bahwasanya pelayanan bagi masyarakat bakal terus berlangsung.

Pemprov DKI pun menyusun skenario kerja sementara buat para aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di gedung terdampak.

"Pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama kami. Masyarakat jangan khawatir, semua layanan akan tetap berjalan," tegas dari sumbernya.

Kurang lebih 1.000 ASN dari bermacam instansi daerah menjalankan tugas harian di Gedung Dinas Teknis Abdul Muis.

Para pegawai tersebut berasal dari Bapenda, Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dinas Perhubungan, Bank Jakarta, sampai Dekranasda.

Untuk jangka pendek, Pemprov DKI merancang skema kerja bergantian buat ribuan ASN tersebut.

Para ASN diizinkan untuk bekerja secara remote dari rumah atau work from home (WFH), menempati kantor suku dinas di tingkat kota, maupun memanfaatkan bangunan milik Pemprov DKI lainnya.

"Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan pengaturan kerja sementara melalui skema bekerja dari rumah (WFH) secara bergantian, berkantor di kantor suku dinas wilayah kota, maupun memanfaatkan gedung milik Pemprov DKI Jakarta lainnya," kata dari sumbernya.

Langkah ini disiapkan agar roda pemerintahan tidak berhenti sembari memantau pemulihan bangunan serta penanganan usai kebakaran.

Seusai si jago merah berhasil dipadamkan, petugas pemadam kebakaran melanjutkan tahapan pendinginan beserta penyisiran area gedung.

Dari sumbernya mengonfirmasi tahapan pendinginan rampung pada Sabtu sekitar pukul 12.05 WIB.

"Alhamdulillah hari ini tadi kami nyatakan pukul 12 lewat 5 menit saya nyatakan pendinginan selesai," kata dari sumbernya.

Biarpun pendinginan telah tuntas, dua unit armada pemadam bersama 10 personel masih disiagakan di area lokasi guna menjamin kondisi gedung tetap terkendali.

"Kami masih tetap berjaga dengan kekuatan 2 unit dan 10 personel," ujarnya.

Musibah kebakaran ini turut mengganggu fungsi sistem Traffic Management Control (TMC) atau Intelligent Traffic Control System (ITCS) milik Dinas Perhubungan di lantai 16.

Mekanisme kendali lampu lalu lintas yang sebelumnya beroperasi secara otomatis kini terpaksa ditangani secara manual.

"Traffic Management Control/ITCS Dinas Perhubungan yang berada di lantai 16 terdampak. Akibatnya, pengaturan lampu merah yang sebelumnya otomatis kini dilakukan secara manual," jelas dari sumbernya.

Di sisi lain, ruas Jalan Abdul Muis yang sempat ditutup penuh saat penanganan kebakaran telah dibuka kembali pada Sabtu sekitar pukul 15.00 WIB.

Kendaraan sudah dapat melintas dari dua arah dan pergerakan lalu lintas ke arah Tanah Abang serta Bundaran HI kembali normal.

Aparat kepolisian masih terus menyelidiki pemicu utama kebakaran.

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri sudah tiba di tempat kejadian, namun olah TKP masih tertahan menunggu pernyataan aman dari tim pemadam kebakaran.

"Dari kepolisian, sudah datang dari tim Labfor, namun belum bisa masuk karena masih dilakukan penyisiran dulu oleh tim penyisir dari Damkar," kata dari sumbernya.

Hingga Sabtu, polisi sudah meminta keterangan dari 10 orang saksi, termasuk seorang pekerja yang sempat terjebak di lantai 15 dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Kepolisian belum menyimpulkan pemicu musibah tersebut dan masih menunggu hasil analisa serta olah TKP lanjutan.

Tags

Terkini