BCA Sokong Pelepasliaran 63.000 Tukik Di Banyuwangi Yogyakarta Bali

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:10:47 WIB
Lianawaty Suwono dan Danang Tri Hartono Lepasliarkan 1.300 Tukik (FOTO: NET)

BANYUWANGI - Langkah nyata PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui pilar Bakti BCA telah memfasilitasi pelepasliaran lebih dari 63.000 tukik dan relokasi lebih dari 900 sarang telur penyu di tiga area penangkaran, yakni Banyuwangi, Yogyakarta, serta Bali, hingga kini.

Dari sumbernya menegaskan bahwasanya komitmen Bakti BCA terhadap keberlanjutan lingkungan hidup telah sejak lama diwujudkan lewat beragam agenda di bawah pilar Bakti Lingkungan.

"Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BCA dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), sekaligus menciptakan manfaat sosial dan lingkungan bagi masyarakat Indonesia. Kami berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat terus menginspirasi masyarakat luas untuk bersama menjaga keanekaragaman hayati Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resminya, Minggu (9/8/2026).

BCA telah menjalin persekutuan dengan Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) sejak 2016 guna mendukung aneka agenda konservasi penyu, mulai dari penyelematan tukik, pemindahan lokasi sarang, penanaman vegetasi pandan laut, pembekalan warga, sampai pengembangan teknologi inkubator buatan Intan Box dan Intan Ruang.

Paling baru, BCA melalui skema creating shared value (CSV) Bakti BCA kembali menegaskan komitmen dalam merawat keanekaragaman hayati Indonesia lewat sinergi bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengadakan pembekalan pelestarian penyu serta pelepasliaran tukik yang diikuti 100 siswa di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (5/8/2026).

Dari sumbernya menyatakan kolaborasi bersama BSTF dan PPATK membuktikan bahwa tindakan perlindungan lingkungan membutuhkan konsistensi, sinergitas, serta peranan bermacam pihak, termasuk dunia usaha, elemen warga, pemerintah, hingga generasi muda.

“BCA percaya bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui sinergi yang telah terbentuk, kata dari sumbernya, BCA tak hanya menyokong konservasi penyu lewat riset dan inovasi, melainkan turut mengajak angkatan muda untuk memahami krusialnya merawat keseimbangan biota laut dan peduli terhadap kelestarian lingkungan pesisir.

Agenda yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Gerakan Nasional 24 Tahun APU-PPT (Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme) ini dihadiri secara langsung oleh dari sumbernya serta dari sumbernya.

Aktivitas dipusatkan pada dua area, yakni Sekretariat Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) dan Pantai Villa So Long.

Urutan kegiatan diawali lewat peninjauan sarana Intan Ruang di Sekretariat BSTF guna melihat dari dekat terobosan alat penetas buatan yang menunjang upaya perlindungan penyu.

BCA juga menggelar ruang edukasi lingkungan yang melibatkan sekitar 100 pelajar di Banyuwangi.

Para peserta didik diajak memahami arti penting merawat ekosistem pantai lewat cerita dongeng interaktif yang mengenalkan siklus hidup penyu, sekaligus mengajarkan tindakan praktis untuk berpartisipasi, seperti mewarnai tote bag ramah lingkungan demi mengampanyekan pengurangan sampah plastik sekali pakai hingga pelepasan tukik menuju laut lepas.

Puncak agenda ditandai lewat pelepasliaran 1.300 tukik ke habitat aslinya di Pantai Villa So Long.

Anak penyu yang dilepaskan merupakan bagian dari akumulasi partisipasi nasabah beserta pengunjung pada BCA Expoversary 2026 melalui skema 10 Bottles for 1 Egg, yang mengajak warga mengumpulkan 10 botol plastik bekas untuk dikonversi menjadi dana bantuan penyelamatan satu telur penyu.

BCA bersama PPATK turut menyerahkan unit Intan Box kepada Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) demi difungsikan di area konservasi penyu lain yang menghadapi kendala serupa.

Inovasi tersebut diharapkan dapat memperluas daya jangkau pemanfaatan teknologi perlindungan penyu yang dirancang dari Banyuwangi.

Sebagai kelanjutan edukasi lingkungan, BCA membagikan masing-masing tiga unit wadah sampah terpisah bagi SDN 1 Lateng serta SDN Kepatihan.

Wadah sampah hasil olahan daur ulang kaleng bekas tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan memilah sampah sekaligus mengenalkan konsep pemanfaatan kembali bahan bekas.

Tags

Terkini