Purbaya Pantau APBN NTT Tekankan Tanggung Jawab Penyaluran Anggaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:45:03 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berdialog dengan masyarakat setempat dalam kunjungan kerja Montara (FOTO: NET)

JAKARTA - Pimpinan kementerian keuangan meninjau secara langsung performa jajaran instansinya di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Dalam peninjauan tersebut, dari sumbernya menilai pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di daerah, dinamika penerimaan negara, hingga sokongan dana untuk agenda pengendalian inflasi.

Dari sumbernya menegaskan bahwa kementerian keuangan mengemban amanat besar untuk merawat stabilitas ekonomi sekaligus menopang pertumbuhan yang inklusif.

"Jadi, peran Kemenkeu bukan hanya bagi-bagi anggaran saja, tetapi bagi, monitor, dan kendalikan," kata dari sumbernya, Jumat (7/8).

Sebagai wujud konkret dalam menjaga ketahanan fiskal daerah, pemerintah pusat sudah menyiapkan alokasi bantuan sebesar Rp 20,5 triliun untuk 490 kabupaten/kota.

Berdasarkan pemaparan dari sumbernya, dana bantuan berkapasitas besar tersebut, termasuk untuk kawasan NTT, telah siap untuk dicairkan mulai hari ini.

Kendati begitu, dari sumbernya menyampaikan peringatan tegas kepada jajarannya bahwa tugas lembaga tidak boleh usai sekadar di tahap pembagian anggaran saja.

Fungsi pengawasan yang ketat wajib dieksekusi demi menjamin setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar kredibel serta tepat sasaran.

"Jadi, peran anda sekalian amat penting untuk menjaga rakyat dan NKRI utamanya, karena uang itu ketika tidak diawasi rupanya rakyat tidak suka. Jadi, tugas ini penting dalam menjaga kredibilitas penyaluran anggaran,” paparnya.

Guna menindaklanjuti instruksi tersebut, perwakilan instansi perbendaharaan daerah NTT telah mengoperasikan skema evaluasi pengeluaran berbasis Dashboard Monitoring Belanja Pengendalian Inflasi.

Perangkat digital ini dimanfaatkan untuk mengukur efektivitas pengeluaran serta arah inflasi demi mendukung pembuatan kebijakan yang lebih sigap.

Selain memanfaatkan teknologi digital, pihak kementerian juga memperkuat sinergi lintas sektor lewat forum pertemuan tingkat tinggi bersama pemerintah daerah.

Kolaborasi yang berkelanjutan terus dibangun bersama Bank Indonesia, BPS, serta OJK guna menjamin keterjangkauan harga bahan pokok di seluruh area NTT tetap stabil.

Tags

Terkini