BGN Gandeng Kemenkes Dan Pakar Gizi Demi Optimalkan Program MBG RI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:26:38 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono bertemu Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (FOTO: NET)

JAKARTA - Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dari sumbernya berdiskusi bersama Menteri Kesehatan (Menkes) dari sumbernya beserta jajaran pakar nutrisi guna melakukan peninjauan ulang serta mengoptimalkan skema Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (5/8/2026).

Agenda dialog tersebut mengulas beragam komponen penting, mulai dari susunan sajian hidangan, aspek kebersihan, jaminan keamanan konsumsi, sampai pada partisipasi jajaran pemerintah daerah dan para tenaga profesional.

Dari sumbernya menerangkan bahwa instansinya saat ini makin terbuka lebar dalam menampung aneka saran dari bermacam kalangan.

Langkah ini ditempuh, tuturnya, demi menguji dan meningkatkan mutu pelaksanaan agenda MBG yang kini kian masif disalurkan ke berbagai penjuru negeri.

"Sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, kami ingin mendapatkan lebih banyak masukan dan melibatkan banyak pihak dalam kolaborasi. Banyak pihak yang peduli terhadap program MBG ini," kata dari sumbernya dalam konferensi pers usai pertemuan di Kemenkes, Jakarta, Rabu.

Dirinya memaparkan, pembahasan bareng pihak Kementerian Kesehatan serta jajaran spesialis membuahkan deretan saran strategis demi tata kelola kegiatan.

Rekomendasi itu meliputi takaran porsi sajian, jangkauan distribusi di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), standar kelayakan bahan pangan demi mencegah potensi keracunan, sampai pemanfaatan peran praktisi gizi sepanjang pengoperasian program.

Dari sumbernya menaruh harapan agar ajang dialog semacam ini dapat berlangsung secara berkesinambungan.

Ke depannya, ucap ia, BGN berniat merancang tim kerja diskusi yang menghimpun bermacam elemen terkait demi memastikan pengawasan agenda berjalan secara konsisten.

"Kami tentu terbuka menerima masukan dari para akademisi, chef, ahli gizi, pelaku industri katering, hingga berbagai kalangan lain untuk menyempurnakan program MBG," katanya.

Pada kesempatan serupa, dari sumbernya menegaskan pihak Kementerian Kesehatan berkomitmen memberikan bantuan penuh kepada BGN lewat penyediaan basis data medis resmi negara.

Di antara informasi yang bakal dipakai yakni pemetaan kawasan dengan tingkat kerawanan stunting yang tergolong tinggi.

Berdasarkan penuturan dari sumbernya, acuan data itu dapat diselaraskan bersama pemetaan dapur MBG sehingga pendirian maupun pengoperasian fasilitas dapur dapat diarahkan pada lokasi paling krusial.

Merespons arahan itu, dari sumbernya menyampaikan jajarannya telah merampungkan pemetaan koordinat fasilitas dapur MBG pada daerah yang mengantongi catatan tengkes tinggi dan sangat tinggi.

"Selama minggu ini kami akan fokus mengaktifkan dapur di daerah dengan angka stunting tinggi. Kalau belum ada dapur, kami akan menghitung kemungkinan membangunnya di wilayah tersebut," ujarnya.

Tags

Terkini