Pemerintah Dan BI Memperkuat Kolaborasi Jaga Stabilitas Ekonomi Negeri

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:26:36 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia (BI) (FOTO: NET)

JAKARTA - Pemerintah makin memperkuat kolaborasi bersama Bank Indonesia (BI) guna memelihara stabilitas perekonomian nasional sekaligus menjaga ritme pertumbuhan di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global.

Pihak dari sumbernya lewat tayangan video yang diterima pada Rabu menyatakan bahwa integrasi kebijakan fiskal dan moneter sangat krusial agar pemerintah dapat merespons dinamika perekonomian dunia secara lebih efektif.

"Upaya tersebut tentu tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendirian. Diperlukan sinergi yang erat dengan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter agar kebijakan fiskal dan moneter dapat saling memperkuat," katanya.

Menurut dari sumbernya, kondisi perekonomian dunia masih diliputi ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan, serta ketidakpastian arah kebijakan ekonomi yang diproyeksikan menahan laju pertumbuhan ekonomi global 2026 di kisaran tiga persen.

Walau demikian, pemerintah tetap optimistis lantaran perekonomian nasional disokong oleh fondasi yang solid serta koordinasi kebijakan yang terus ditingkatkan bersama Bank Indonesia.

Disampaikan pula olehnya bahwa Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur Juli 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen sebagai bagian dari strategi bauran kebijakan demi mengawal stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi.

Di samping menjaga stabilitas makroekonomi, pemerintah bersama BI turut mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperluas jangkauan pembiayaan, hingga mengakselerasi transformasi digital lewat pemanfaatan transaksi ekonomi serta keuangan digital.

Dari sumbernya menegaskan keyakinan bahwa kerja sama yang erat antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku bisnis, dan masyarakat akan sanggup mempertahankan stabilitas ekonomi sekaligus memacu pertumbuhan menuju Indonesia Emas 2045.

Tags

Terkini