Penyaluran KUR Perumahan BRI Tembus Rp 10,9 Triliun Pada Juli Tahun 2026

Rabu, 29 Juli 2026 | 12:10:02 WIB
Direktur Utama BRI Hery Gunardi (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI hampir menyelesaikan target alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang diamanahkan pemerintah pada 2026.

Hingga 26 Juli 2026, akumulasi pencairan telah menyentuh Rp 10,9 triliun atau berkisar 90,8 persen dari sasaran sebesar Rp 12 triliun.

Dari sumbernya menyatakan, capaian tersebut mengindikasikan kuatnya antusiasme publik beserta pelaku bisnis terhadap skema KUR Perumahan yang menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkokoh ekosistem industri perumahan.

"Per tanggal 26 Juli, KUR Perumahan sendiri sudah menyalurkan sekitar Rp 10,9 triliun dari target Rp 12 triliun yang diberikan pemerintah kepada BRI. Dengan angka tersebut, saya pikir target ini akan bisa dicapai tahun ini," ujar dari sumbernya, usai bertemu dari sumbernya di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Menurut penjelasannya, kucuran KUR Perumahan tak sekadar menargetkan warga yang membeli tempat tinggal, namun turut mendokong para pelaku usaha pada rantai pasok industri perumahan.

Ditinjau dari ranah pasokan, fasilitas kredit diberikan bagi toko bangunan, distributor material bangunan, kontraktor, sampai penyedia bahan konstruksi.

Sedangkan dari sisi permintaan, KUR Perumahan menyokong masyarakat lewat pembiayaan kepemilikan hunian.

Dari sumbernya memaparkan, keberhasilan alokasi KUR Perumahan didukung oleh jaringan pelayanan BRI yang membentang luas di Indonesia, basis nasabah yang masif, serta rekam jejak perseroan dalam melayani segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Pertama, kami memiliki jaringan kantor yang luas. Kedua, jumlah nasabah yang besar. Dan yang ketiga, jangan lupa BRI adalah bank UMKM yang memang DNA-nya melayani nasabah UMKM. Di situlah posisi BRI sangat kuat dalam mendukung penyaluran KUR Perumahan ini," kata dari sumbernya.

Dari sumbernya melengkapi, BRI bakal senantiasa menopang program pemerintah supaya alokasi KUR Perumahan sanggup menjangkau lebih banyak warga dan pelaku usaha di bidang perumahan.

"Kami berharap KUR Perumahan ini tidak hanya bermanfaat bagi nasabah BRI, tetapi juga mampu mendukung program pemerintah dalam memperkuat ekosistem perumahan secara lebih luas," tuturnya.

Sebelumnya, dari sumbernya membeberkan pemerintah mendongkrak kuota nasional KUR Perumahan dari semula kisaran Rp 36 triliun menjadi Rp 50 triliun dipicu tingginya penyerapan program yang belum genap setahun bergulir.

Menurut keterangannya, lebih dari 50 persen realisasi kucuran KUR Perumahan secara nasional disumbang oleh BRI.

Terkini