Wamenkeu: Defisit APBN Terkendali dan Likuiditas Bank Diperkuat 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 11:55:39 WIB
Ilustrasi APBN, Sumber: liputan6.

JAKARTA - Kondisi fiskal Indonesia dipastikan tetap aman oleh pemerintah bersamaan dengan penguatan likuiditas sektor perbankan demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Kebijakan ini diwujudkan lewat perpanjangan penempatan dana pemerintah di sektor perbankan dengan nilai mencapai Rp281 triliun serta penyediaan dana cadangan senilai Rp100 triliun yang siap dikucurkan jika dibutuhkan untuk menopang penyaluran kredit.

Berbagai indikator keuangan negara sampai pertengahan 2026 dilaporkan terus menunjukkan performa yang kokoh. Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN terpantau masih berada di batas aman, di mana pendapatan negara sekaligus realisasi belanja terus mengalami pergerakan yang positif.

"Defisit hingga bulan Mei kemarin 0,7 persen dan diperkirakan sampai dengan akhir tahun juga masih di bawah 3 persen, jadi masih sangat terjaga. Pajak juga tumbuh dengan baik 19,1 persen dan juga dari sisi belanja masih di atas 30 persen," ujarnya.

Langkah menjaga kecukupan likuiditas perbankan ini dirumuskan pemerintah bersama dengan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK. Sinergi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia menghasilkan keputusan untuk memperpanjang penempatan dana pemerintah sebesar Rp281 triliun di lembaga perbankan sampai akhir Desember 2026.

Dana cadangan tambahan sebesar Rp100 triliun pun turut disiapkan sebagai bentuk mitigasi guna memastikan kelancaran penyaluran kredit bagi para pelaku usaha. Kebijakan strategis ini diambil lantaran tingginya permintaan kredit dari sektor dunia usaha, sementara pihak perbankan memerlukan sokongan likuiditas agar fungsi intermediasi dapat berjalan maksimal.

"Informasi dari perbankan menunjukkan permintaan kredit masih cukup tinggi, tetapi likuiditas perlu dijaga agar bank bisa terus menyalurkan kredit," ucapnya.

Laju pertumbuhan kredit perbankan pada Mei 2026 dilaporkan sukses menyentuh angka 11,5 persen. Tren positif ini diharapkan dapat terus dipertahankan agar pertumbuhan penyaluran kredit tetap bertahan di level dua digit pada masa-masa mendatang.

"Kami harapkan pertumbuhan kredit juga masih double digit di bulan-bulan ke depan," tuturnya.

Terkini