JAKARTA – Pada perdagangan Kamis 18 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,78% ke level 6.172. Pelemahan terjadi setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih dalam jumlah besar.
Di pasar reguler, net sell asing mencapai Rp893,36 miliar, sementara di seluruh pasar reguler tercatat Rp111,56 miliar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) menjadi yang paling banyak dilepas dengan nilai Rp557,25 miliar, terkoreksi 3,9% ke posisi Rp2.960 per saham.
Berikut daftar 10 saham dengan net sell terbesar oleh investor asing sepanjang perdagangan Kamis (18/6/2026):
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp557,25 miliar
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp98,87 miliar
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp84,98 miliar
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp62,58 miliar
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp59,84 miliar
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp51,93 miliar
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp50,36 miliar
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp48,51 miliar
PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) Rp46,86 miliar
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp40,23 miliar
Sementara itu, pembelian bersih terbesar dilakukan pada saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) senilai Rp150,89 miliar. Saham AMMN naik 7,5% ke level Rp4.000 per saham.
Berikut daftar 10 saham dengan net buy tertinggi oleh investor asing sepanjang perdagangan Kamis (18/6/2026):
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp150,89 miliar
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp106,91 miliar
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp82,64 miliar
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp48,29 miliar
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp34,71 miliar
PT Timah Tbk (TINS) Rp33,96 miliar
PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp13,61 miliar
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp12,57 miliar
PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) Rp11,99 miliar
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp7,9 miliar
Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur periode Juni 2026 memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Suku bunga deposit facility naik menjadi 4,75% dan lending facility menjadi 6,5%.
“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil RDG BI, Kamis (18/6/2026).
Ia menambahkan, kenaikan BI Rate juga merupakan langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi 2026 dan 2027 tetap dalam kisaran sasaran 2,5 plus-minus 1% sesuai target pemerintah.
Konsensus pasar memperkirakan kenaikan BI Rate ke 5,75%. Dari 40 ekonom yang disurvei, 25 memprediksi kenaikan 25 bps, 2 memprediksi kenaikan 50 bps, sementara 13 memperkirakan suku bunga tetap di 5,5%.
Keputusan ini mencerminkan kewaspadaan BI terhadap volatilitas rupiah. Namun, kebijakan makroprudensial tetap diarahkan “pro-growth” untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Kenaikan suku bunga yang telah mencapai 100 bps dalam 2 bulan berpotensi menekan sektor properti, otomotif, dan juga berdampak negatif bagi sektor perbankan, apabila berlangsung dalam waktu yang berkepanjangan,” tulis Mirae Asset dalam riset terbarunya.