BI Rate Capai 5,75%, Ketidakpastian Global Tekan Ekonomi Indonesia

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:17:35 WIB
Ilustrasi Gedung BI, Sumber: carapandang.

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar total 100 basis poin sepanjang 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak ketidakpastian global.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI menaikkan suku bunga 50 bps pada Mei, lalu 25 bps pada awal Juni hingga 5,50%. Selanjutnya, RDG 17–18 Juni kembali menaikkan BI Rate 25 bps menjadi 5,75%. Dengan demikian, total kenaikan suku bunga acuan tahun ini mencapai 100 bps.

Kebijakan ini dianggap sebagai langkah antisipasi untuk menekan risiko kenaikan premi risiko pada aset keuangan Indonesia, terutama setelah kebijakan The Fed yang lebih hawkish dari perkiraan.

Dari sisi fundamental, ekonomi Indonesia tetap tangguh, namun kerentanan domestik masih tinggi. Dampak harga energi global yang lebih tinggi dan depresiasi rupiah berpotensi menekan inflasi, posisi fiskal, serta neraca eksternal. Kondisi ini bisa meningkatkan tekanan inflasi impor dan memperlebar defisit kembar.

Penerimaan pemerintah yang lebih lemah juga membatasi fleksibilitas fiskal, terutama di tengah kewajiban pembayaran utang dan subsidi energi. Sektor eksternal menghadapi tekanan dari impor energi dan barang setengah jadi, sementara ekspor melemah akibat perlambatan ekonomi global.

Situasi tersebut menambah premi risiko pada aset keuangan Indonesia dan tekanan depresiasi rupiah. Sentimen investor tetap waspada menjelang tinjauan klasifikasi pasar MSCI dan penilaian peringkat kedaulatan S&P untuk Indonesia pada Juni–Juli 2026.

Ke depan, arah suku bunga BI bergantung pada perkembangan ketidakpastian global dan domestik. Jika tekanan berlanjut, BI kemungkinan mempertahankan kebijakan moneter ketat dengan potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut. Namun, jika risiko mereda, kebutuhan pengetatan bisa berkurang dan BI memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menyesuaikan kebijakan.

Untuk saat ini, perkiraan dasar menunjukkan BI Rate akan tetap di 5,75% sepanjang sisa 2026, kecuali jika tekanan eksternal dan domestik meningkat yang dapat memaksa pengetatan tambahan.

Terkini