Purbaya Sebut APBN 2027 Fokus Dukung Program Prioritas Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 | 12:02:19 WIB
Ilustrasi Kebijakan Fiskal, Sumber: linovhr.

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 akan difokuskan demi mendukung delapan program prioritas nasional pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya memaparkan bahwa sejumlah program prioritas tersebut bakal menjadi fokus utama dalam kebijakan fiskal pada 2027.

Langkah ini diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Untuk itu, kebijakan fiskal tahun 2027 diarahkan untuk mendorong perekonomian tumbuh lebih tinggi, sejahtera lebih cepat," ujar Purbaya saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).

Ia menambahkan bahwa kebijakan fiskal untuk tahun mendatang akan diarahkan pada penyelarasan delapan klaster program prioritas nasional beserta satu kelompok pendukung (enabler) yang mencakup 60 program kerja.

Adapun 8 program prioritas yang menjadi fokus utama tersebut meliputi:

Ketahanan pangan

Kemandirian energi dan air

Pendidikan

Kesehatan

Hilirisasi dan industrialisasi

Infrastruktur perumahan dan ketahanan bencana

Penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa

Penurunan kemiskinan

Ia menjelaskan bahwa rangkaian program tersebut disusun khusus guna memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan pemerataan hasil pembangunan secara merata di berbagai daerah.

Di samping itu, pihak pemerintah pun telah menyiapkan beragam faktor pendukung untuk memastikan bahwa pelaksanaan program dapat berjalan secara efektif.

Faktor pendukung ini mencakup penguatan di bidang pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, hingga diplomasi ekonomi.

"Oleh karena itu, APBN harus jaga tetap sehat, kredibel dan berkelanjutan. Pemerintah terus mendorong optimalisasi pendapatan negara, penguatan kualitas kerja, penguatan kualitas belanja, dan pengembangan skema pembiayaan yang inovatif guna mendorong kinerja perekonomian sekaligus memastikan pemerataan hasil pembangunan," jelasnya.

Terkini