Menkeu Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 6,5 Persen

Selasa, 09 Juni 2026 | 15:20:56 WIB
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, membidik pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu menyentuh angka 6,5 persen pada tahun 2027 mendatang. Target ini dipasang sebagai sasaran paling tinggi oleh pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan tanggapan pemerintah atas pandangan dari fraksi-fraksi DPR mengenai KEM-PPKF RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI pada hari Senin (8/6/2026).

"Pemerintah menyampaikan apresiasi atas dukungan yang solid terhadap upaya pencapaian target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2027 yang lebih tinggi sebagai transisi menuju pertumbuhan 8 persen pada tahun 2029," kata Purbaya.

"Pada tahun 2027, ditargetkan sebesar 5,8-6,5 persen sebagai transisi menuju pertumbuhan 8 persen pada tahun 2029," lanjutnya.

Pertumbuhan ekonomi yang berada di level lebih tinggi sangat dibutuhkan demi mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat luas.

Oleh sebab itu, pihak pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,8-6,5 persen untuk tahun depan.

"Laju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh untuk akselerasi peningkatan derajat kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," ucap Purbaya.

Guna menggapai target matang tersebut, pemerintah bakal menyelaraskan kebijakan fiskal, moneter, beserta sektor keuangan supaya bisa saling memperkuat satu sama lain.

Pemerintah juga bakal memacu investasi bernilai tambah tinggi yang berorientasi ekspor serta memperbesar andil Danantara dalam investasi di sektor-sektor strategis.

"Strategi yang ditempuh untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi adalah mendorong kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan yang selaras dan saling menguatkan," ujar Purbaya.

Pemerintah turut menyiasati penguatan daya beli masyarakat lewat program perlindungan sosial, menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, hingga memperluas lapangan pekerjaan baru.

Sejumlah program prioritas seperti makan bergizi gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Sekolah Rakyat dipastikan akan terus diperkuat secara berkala.

Langkah ini diyakini mampu memicu roda aktivitas ekonomi berputar lebih cepat agar tingkat konsumsi dan investasi ikut terangkat.

"Berbagai program prioritas seperti makan bergizi gratis, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, dan Sekolah Rakyat terus didorong lebih efektif dan berkualitas sehingga menciptakan multiplier effect yang luas," tutur Purbaya.

Terkini