Performa Keuangan Manulife Indonesia Tumbuh Solid Sepanjang Tahun 2025

Selasa, 09 Juni 2026 | 14:31:00 WIB
Ilustrasi asuransi jiwa, Sumber: theenterpriseworld.

JAKARTA - Perusahaan asuransi jiwa beserta unit syariahnya mencatatkan performa bisnis yang kuat sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan positif ini didukung oleh permodalan yang tebal, manajemen risiko cermat, dan komitmen memberikan perlindungan kepada nasabah.

Hingga akhir Desember 2025, total aset perusahaan mencapai Rp66,17 triliun. Tingkat kecukupan modal atau risk based capital (RBC) perusahaan terjaga di level 650 persen, jauh melampaui standar minimal regulator sebesar 120 persen.

Dalam aspek profitabilitas, perusahaan meraih laba bersih setelah pajak sebesar Rp1,28 triliun. Hasil ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan jasa asuransi senilai Rp3,97 triliun serta hasil investasi sebesar Rp5,09 triliun.

Pimpinan perusahaan menyatakan capaian ini merupakan tonggak berharga. “Bertepatan dengan 40 tahun kehadiran Manulife di Indonesia pada 2025, kami membukukan kinerja keuangan yang solid, didukung pertumbuhan bisnis, pengelolaan investasi yang disiplin, dan tingkat solvabilitas yang kuat,” ujar Lauren.

Di sisi lain, perusahaan manajemen aset grup mempertahankan peringkat pertama di industri sejak 2020.

Dengan pangsa pasar 11,94 persen, total dana kelolaan atau asset under management (AUM) emiten ini menembus Rp124,3 triliun, di mana instrumen reksa dana menyumbang Rp63 triliun.

Pimpinan manajemen aset menegaskan dedikasi mereka kepada nasabah. “Kami berkomitmen untuk senantiasa mendampingi setiap nasabah, mengoptimalkan risk-return portofolio yang dipercayakan kepada kami di berbagai siklus pasar,” ujar Afifa.

Sementara itu, unit syariah yang beroperasi mandiri sejak Desember 2024 mencatatkan pertumbuhan signifikan.

Total pendapatan dari sektor usaha mencapai Rp302,1 miliar, meningkat tajam dari Rp66,5 miliar pada tahun 2024, yang mengatrol total aset unit syariah menjadi Rp1,55 triliun.

Rasio solvabilitas Dana Tabarru’ dan Dana Tanahud tercatat sebesar 797 persen, sementara Dana Perusahaan mencapai 5.433 persen.

Unit syariah juga telah membayarkan klaim senilai Rp83,9 miliar kepada para anggota sepanjang tahun 2025.

Pimpinan unit syariah menekankan antusiasme masyarakat terhadap proteksi syariah. “Pada tahun pertama operasional kami sebagai bisnis syariah yang independen, kami telah melihat respons positif dari pasar sebagaimana tercermin dalam pertumbuhan pesat kami,” ujar Fauzi.

Fauzi menambahkan bahwa unit syariah akan terus mengembangkan produk proteksi yang adaptif bagi masyarakat, termasuk melalui inisiatif sosial seperti pengadaan air bersih untuk meningkatkan taraf hidup komunitas yang membutuhkan.

Terkini