Premi Asuransi Jiwa Tunggal Melonjak 7,4 Persen Kuartal I 2026

Jumat, 05 Juni 2026 | 13:49:29 WIB
Ilustrasi Asuransi Jiwa, Sumber: cermati.

JAKARTA - Pendapatan premi asuransi jiwa dari metode pembayaran tunggal mencatatkan pertumbuhan pada kuartal I-2026. Nilai perolehan dari jenis pembayaran ini menyentuh Rp 19,10 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 7,4 persen secara Year on Year (YoY).

Porsi pendapatan dari pembayaran tunggal tersebut memegang peran sebesar 40,41 persen terhadap keseluruhan total premi industri asuransi jiwa, yang secara keseluruhan terkumpul sebanyak Rp 47,27 triliun pada kuartal pertama tahun ini.

Mengenai dinamika tersebut, pihak asosiasi membeberkan bahwa lonjakan didorong oleh langkah penyesuaian masyarakat dalam membayar premi pada situasi ekonomi yang dinamis.

Fenomena ini tampak nyata pada nasabah produk unitlink dengan sistem pembayaran tunggal.

"Pertama dari premi tunggal unitlink meningkat. Perkiraan kami dalam situasi ekonomi yang cukup volatil saat ini, mungkin nasabah juga melihat asuransi bukan hanya sebagai proteksi, melainkan sebagai investasi yang baik juga. Kalau lihat premi tunggal, biasanya nasabah punya dana besar dan masuk," katanya.

Aspek pendorong lainnya berasal dari sektor asuransi kumpulan yang mengalami kenaikan.

Pembayaran premi pada segmen kumpulan ini memiliki sifat pembayaran tunggal, sehingga turut mendongkrak akumulasi total premi tunggal di dalam industri.

"Jadi, kami lihat juga minat atau kebutuhan perusahaan-perusahaan untuk mengikusertakan karyawannya dalam program asuransi meningkat. Mungkin perusahaan-perusahaan melihat kalau selama ini di-cover sendiri," ungkapnya.

Kenaikan inflasi pada sektor biaya medis yang menyentuh angka 15 persen turut memicu pelaku usaha untuk menjadikan asuransi sebagai opsi yang paling ideal dalam menanggulangi risiko finansial bagi para pekerja mereka.

Di sisi lain, model pembayaran premi secara reguler atau berkala tetap memegang posisi sebagai penyumbang dana terbesar bagi total pendapatan industri asuransi jiwa sepanjang kuartal I-2026.

Pendapatan yang bersumber dari premi berkala ini menembus angka Rp 28,17 triliun pada kuartal I-2026. Jumlah tersebut memberikan kontribusi dominan sebesar 59,59 persen dari keseluruhan total premi industri.

Walaupun menempatkan diri sebagai pemasok pendapatan terbesar bagi industri, performa dari sektor premi reguler ini justru memperlihatkan adanya penurunan sebesar 5,2 persen secara YoY.

Terkini