BFI Finance Bagikan Dividen Saham BFIN Rp 3.500 per Lot Juni 2026

Kamis, 28 Mei 2026 | 12:18:12 WIB
Ilustrasi Dividen, Sumber: bareksa

JAKARTA - Peluang besar untuk mendapatkan keuntungan dari pembagian dividen dalam jumlah besar kini datang dari perusahaan pembiayaan PT BFI Finance Indonesia Tbk.

Meskipun nilai per lembar sahamnya saat ini berada di angka Rp 705, tingkat keuntungan yang ditawarkan melalui dividen ini sangat menarik bagi para pemegang saham.

Perusahaan berkode saham BFIN tersebut dipastikan membagikan total dividen tunai mencapai Rp 1,03 triliun yang diambil dari kinerja keuangan tahun buku 2025.

Alokasi dana tersebut merupakan porsi sebesar 65,5 persen dari keseluruhan perolehan keuntungan bersih sepanjang 2025 yang mencapai angka Rp 1,58 triliun.

Setiap pemegang satu lembar saham akan mendapatkan total jatah dividen senilai Rp 70 untuk tahun buku tersebut.

Namun para pelaku pasar modal harus memperhatikan bahwa separuh dari nominal tersebut, yaitu sebesar Rp 35 per saham, sudah disalurkan sebagai dividen interim pada Desember 2025.

Oleh karena itu, sisa keuntungan bersih yang akan dibagikan pada periode kali ini adalah dividen final sebesar Rp 35 untuk setiap lembar saham.

Jika dihitung berdasarkan satuan lot, para investor berkesempatan mendapatkan dana segar senilai Rp 3.500 untuk setiap lot saham yang dimiliki.

Pada penutupan perdagangan menjelang masa libur panjang pada 26 Mei 2026, pergerakan saham ini mengalami penurunan 2,08 persen atau merosot sebesar 15 poin ke harga Rp 705.

Dengan mengacu pada harga penutupan tersebut, maka rasio keuntungan dividen atau yield dari saham ini tercatat mencapai 4,96 persen.

Capaian yield tersebut membuat perusahaan ini menjadi salah satu pilihan investasi dengan tingkat pengembalian dividen yang sangat kompetitif di Bursa Efek Indonesia.

Bahkan tingkat yield yang diberikan tersebut tercatat mampu melebihi hingga dua kali lipat dari rata-rata bunga deposito mata uang rupiah di bank umum.

Kepastian mengenai aksi korporasi pembagian keuntungan ini telah mendapatkan persetujuan resmi melalui agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 20 Mei 2026.

Berikut susunan tanggal penting terkait proses pembagian keuntungan berkode saham BFIN untuk menjadi panduan bagi para investor:

Cum dividen untuk pasar reguler dan pasar negosiasi: 2 Juni 2026

Ex dividen untuk pasar reguler dan pasar negosiasi: 3 Juni 2026

Cum dividen untuk transaksi di pasar tunai: 4 Juni 2026

Ex dividen untuk transaksi di pasar tunai: 5 Juni 2026

Tanggal pencatatan atau Recording date DPS: 4 Juni 2026 tepat jam 16.00 WIB

Waktu pelaksanaan transfer dana dividen: 18 Juni 2026

Bagi masyarakat umum yang tertarik mengejar imbal hasil ini diwajibkan menyelesaikan transaksi pembelian sebelum masa ex dividen berakhir agar namanya masuk dalam daftar resmi penerima.

Langkah pembagian dana keuntungan dalam skala besar ini didukung penuh oleh capaian operasional serta kesehatan keuangan perusahaan yang sangat baik sepanjang tahun lalu.

Berikut adalah ikhtisar menyeluruh mengenai kondisi pos keuangan dan perolehan keuntungan yang dicatatkan oleh perusahaan pembiayaan tersebut:

Perolehan keuntungan bersih tahun 2025: Rp 1,58 triliun

Akumulasi pagu dana dividen: Rp 1,03 triliun

Cadangan modal dari laba ditahan baru: Rp 550 miliar

Akumulasi saldo simpanan laba ditahan: Rp 9,84 triliun

Jumlah keseluruhan modal bersih atau ekuitas: Rp 10,65 triliun

Porsi sisa laba bersih yang setara dengan 34,5 persen atau Rp 550 miliar sengaja dialokasikan sebagai pos laba ditahan untuk membiayai kelancaran operasional serta ekspansi usaha ke depan.

Rasio yield dividen yang berada pada kisaran tinggi tersebut diyakini menjadi daya tarik utama yang memikat perhatian publik di tengah kondisi pasar modal yang sedang bergerak dinamis.

Bukan hanya sekadar mengejar imbal hasil instan, para pelaku pasar juga terus memantau efisiensi operasional serta ketahanan kualitas aset pembiayaan perusahaan di kala situasi ekonomi penuh dinamika.

Mengingat batas akhir masa pembelian saham yang semakin dekat, pergerakan instrumen investasi ini diperkirakan akan menjadi fokus perhatian utama bagi para pemburu keuntungan dividen.

Terkini