JAKARTA - Pergerakan nilai jual dari instrumen emas batangan olahan PT Aneka Tambang dilaporkan berjalan ajek tanpa menunjukkan adanya guncangan naik turun yang bermakna.
Mengacu pada laporan paling baru dari halaman web resmi Logam Mulia, nilai komoditas investasi ini tertahan pada posisi Rp2.803.000 untuk setiap gramnya.
Keadaan tersebut menandakan bahwa nominal penawaran emas batangan belum menunjukkan adanya perubahan jika disandingkan dengan dinamika pasar yang bergulir pada hari Senin kemarin.
Terkait dengan aturan yang berjalan, tata cara transaksi logam mulia ini senantiasa mengikuti kebijakan fiskal dari pemerintah yang membebankan pungutan pajak penghitungan kepada setiap pembeli.
Untuk warga yang melangsungkan aktivitas transaksi pembelian, bakal dibebankan potongan PPh 22 dengan besaran tarif normal sebesar 0,9 persen.
Akan tetapi, pengenaan beban fiskal tersebut dapat disesuaikan menjadi lebih murah yakni sebesar 0,25 persen dengan syarat pembeli menyertakan identitas NPWP resmi ketika melakukan transaksi.
Kemudian untuk urusan transaksi pelepasan aset kembali atau buyback dengan jumlah nilai transaksi di atas Rp10 juta, terdapat regulasi potongan khusus yang bakal diberlakukan secara langsung.
Bagi pemegang kartu NPWP bakal dikenakan potongan senilai 1,5 persen, sementara bagi konsumen yang tidak memiliki NPWP akan dibebankan tarif yang relatif lebih tinggi sebesar 3 persen.
Bagi warga yang tertarik untuk melangsungkan proses pemesanan secara online, berikut merupakan rangkaian tahapan yang bisa dijalankan dengan mudah:
Buka laman resmi www.logammulia.com
Masuk ke menu “Masuk/Daftar” di pojok kanan atas
Jika belum memiliki akun, lakukan registrasi terlebih dahulu
Pilih produk emas yang diinginkan dan tentukan lokasi pengambilan di butik emas terdekat
Masukkan produk ke keranjang dan lanjutkan ke proses pembayaran
Pilih metode pengiriman atau pengambilan di bursa butik resmi
Lakukan pembayaran melalui nomor virtual account yang sudah disediakan
Transaksi dinyatakan rampung sesudah proses pembayaran berhasil diverifikasi.