JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bersiap mengambil alih portofolio pinjaman kepunyaan PT Bank SMBC Indonesia Tbk. Nilai transaksi material tersebut tercatat mencapai angka Rp19,93 triliun.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, kedua lembaga keuangan tersebut telah menandatangani sejumlah berkas transaksi resmi pada 22 Mei 2026 yang lalu.
Berkas yang ditandatangani meliputi Perjanjian Pengalihan Portofolio Bersyarat atau Conditional Portfolio Transfer Agreement serta Perjanjian Pengalihan Aset Pinjaman Bersyarat atau Conditional Loan Asset Transfer Agreement.
Melalui kesepakatan tertulis itu, perbankan swasta menyetujui untuk menjual sekaligus mengalihkan portofolio kredit pinjaman bagi para pensiunan dan pra-pensiunan dengan manfaat pensiun yang dikelola lembaga penjamin sosial negara.
Bukan hanya itu, transaksi jumbo tersebut juga mencakup portofolio pinjaman para pensiunan dan pra-pensiunan yang dana pensiunnya dikelola oleh pengelola dana pensiun militer, dana pensiun lainnya, hingga pinjaman untuk karyawan aktif tertentu.
"Perseroan setuju untuk menjual dan mengalihkan, dan Pembeli setuju untuk membeli dan menerima Portofolio Pinjaman," tulis manajemen perbankan swasta tersebut dalam keterbukaan informasi.
Akumulasi total dari nilai kerja sama strategis ini menyentuh Rp19,93 triliun. Jumlah ini setara dengan 46,3 persen dari keseluruhan nilai ekuitas korporasi per tanggal 31 Desember 2025.
Pihak manajemen pun menegaskan bahwa kedua belah pihak perbankan yang terlibat dalam transaksi ini sama sekali tidak memiliki hubungan afiliasi.
Proses penilaian terhadap transaksi ini dikerjakan secara resmi oleh pihak kantor jasa penilai publik independen yang ditunjuk.
Melalui dokumen laporan itu, opini kewajaran menegaskan bahwa program rencana transaksi material ini dinilai wajar.