Harga Emas Spot Dunia Melesat Ditopang Sentimen Timur Tengah

Senin, 25 Mei 2026 | 15:41:42 WIB
Ilustrasi Emas Dunia, Sumber: stockwatch.

JAKARTA - Alur pergerakan nilai komoditas logam mulia di bursa internasional membukukan lonjakan yang terbilang signifikan pada sesi perniagaan pagi hari ini.

Keadaan geopolitik paling baru yang bergulir di wilayah Timur Tengah menjadi faktor pemicu utama yang mendongkrak kenaikan harga logam mulia tersebut.

Pada sesi perdagangan hari Senin, 25 Mei 2026 pukul 06:34 WIB, nilai emas dunia di pasar spot bergerak naik menuju angka US$ 4.577,9 per troy ons.

Pencapaian tersebut memperlihatkan pertumbuhan sebanyak 1,35 persen apabila disandingkan dengan posisi penutupan pada akhir pekan sebelumnya.

Kenaikan tajam ini dipengaruhi oleh hadirnya ekspektasi baru mengenai proses perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Amerika Serikat bersama Iran dilaporkan telah kian dekat untuk meraih kesepahaman damai demi menyudahi konflik yang telah bergulir semenjak akhir Februari.

Proses kesepakatan tersebut saat ini dikabarkan tinggal menyelaraskan pemilihan redaksi bahasa resmi dan diprediksi rampung dalam hitungan hari.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat juga sempat mengutarakan bakal ada perkembangan positif mengenai situasi di Selat Hormuz.

“Hubungan kami dengan Iran menjadi lebih produktif dan profesional. Mereka menyadari bahwa tidak bisa mengembangkan atau membeli senjata nuklir maupun bom,” cuit Presiden AS Donald Trump di media sosial, akhir pekan lalu.

Sentimen positif perdamaian di Timur Tengah ini di sudut lain membuat harga komoditas minyak dunia menderita penurunan.

Pada pukul 06:40 WIB, komoditas minyak mentah tipe brent merosot 5,29 persen menuju level US$ 98,04 per barel, yang menjadi momen pertama kalinya komoditas minyak berada di bawah US$ 100 semenjak 20 April.

Jika harga sektor energi dapat diredam, maka risiko lonjakan inflasi global yang tinggi bisa dihindari oleh pelbagai negara.

Keadaan tersebut akan menyuguhkan kesempatan bagi barisan bank sentral dunia untuk melonggarkan kebijakan moneter lewat pemangkasan suku bunga acuan.

Emas sendiri ialah instrumen investasi yang tidak membuahkan imbal hasil rutin, sehingga daya pikatnya bakal meningkat sewaktu tingkat suku bunga tengah rendah.

Berdasarkan hasil analisis teknikal harian, pergerakan instrumen logam mulia ini sejatinya masih berada di dalam zona bearish.

Kondisi itu diperlihatkan oleh indikator Relative Strength Index 14 hari yang menduduki posisi 40, atau masih di bawah ambang batas 50.

Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari berada pada level 20, yang mengindikasikan area pelepasan kuat serta nyaris menyentuh keadaan jenuh jual.

Untuk proyeksi perdagangan hari ini, nilai emas berpotensi melaju menguji area resisten di rentang: US$ 4.603 sampai US$ 4.651 per troy ons

Apabila pergerakan terus menguat, target batas atas yang paling optimistis diproyeksikan sanggup menyentuh angka: US$ 4.660 per troy ons

Namun, untuk target support paling dekat, koordinatnya berada di kisaran: US$ 4.575 hingga US$ 4.543 per troy ons

Jika alur pergerakan harga menembus titik pivot US$ 4.533 per troy ons, maka area berikut berpotensi menjadi landasan support selanjutnya: US$ 4.527 sampai US$ 4.471 per troy ons

Terkini