Presiden Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 6,5 Persen pada 2027

Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:09:15 WIB
Ilustrasi apbn (sumber gambar: NET)

JAKARTA - Langkah yang jauh lebih waspada mulai dijalankan oleh pemerintah lewat penentuan target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk periode 2027 di kisaran 1,8 persen sampai 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Batasan angka ini diketahui lebih rendah jika disandingkan dengan target yang dipasang untuk tahun 2026 sebesar 2,68 persen, bahkan nominal tersebut diperkirakan bisa melaju hingga 2,94 persen andai dinamika harga minyak global terus melonjak naik selama tahun ini.

Hal itu disampaikan sewaktu pembacaan pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) yang menjadi landasan dasar rancangan APBN 2027 di dalam Sidang Paripurna DPR RI.

Beberapa asumsi pokok beserta sasaran utama di dalam KEM-PPKF Tahun 2027 selanjutnya diurai secara mendalam, yang mana sektor penerimaan negara ditetapkan pada kisaran 11,82 persen hingga 12,40 persen terhadap PDB.

Pada bagian lain, pos untuk pengeluaran belanja negara diproyeksikan berada di angka 13,62 persen sampai 14,80 persen terhadap PDB guna mendukung realisasi berbagai program utama berskala nasional.

"Dari sisi pembiayaan, pemerintah menargetkan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) acuan tenor 10 tahun berada pada kisaran 6,5% - 7,3%," ujar Prabowo Subianto dalam pidatonya.

Namun, perkiraan nilai kurs mata uang rupiah diprediksi berada pada tren yang agak melemah jika dibandingkan dengan tahun ini, yaitu berfluktuasi di antara Rp16.800 sampai Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sikap optimis tetap ditunjukkan bahwa melalui eksekusi rencana ekonomi yang tepat serta pemberlakuan kebijakan fiskal yang bijak dan berkesinambungan, laju ekspansi ekonomi domestik pada 2027 diyakini dapat menggapai level 5,8 persen hingga 6,5 persen.

"Ini sebagai pijakan menuju target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029," tuturnya.

Percepatan laju ekonomi ini ditekankan wajib berwujud secara nyata dalam menaikkan derajat kesejahteraan hidup bagi setiap lapisan masyarakat.

Sasaran reduksi angka kemiskinan dipatok supaya dapat terus menciut hingga berada di level 6 persen sampai 6,5 persen.

Sementara itu, persentase pengangguran terbuka juga terus diusahakan agar dapat diredam ke area posisi 4,3 persen hingga 4,87 persen.

Indeks kesenjangan atau rasio gini pun diharapkan dapat semakin pulih serta merapat ke target kisaran 0,362 sampai 0,367.

Terkini