Kemenkeu Catat Penerimaan PPN dan PPnBM Naik 40,2 Persen pada 2026

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:33:42 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.

JAKARTA - Daya beli masyarakat Indonesia dinilai tetap terjaga dengan baik hingga akhir April 2026. Hal ini dibuktikan melalui lonjakan yang sangat signifikan pada sektor penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Pertumbuhan positif pada pajak konsumsi tersebut dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 40,2 persen secara tahunan, dengan total nilai menginjak Rp221,2 triliun.

"Peningkatan PPN dan PPnBM ini mencerminkan masyarakat masih memiliki daya beli," kata Menkeu Purbaya.

Kenaikan pada realisasi penerimaan pajak ini sekaligus menjadi indikator kuat bahwa roda aktivitas ekonomi nasional masih bergerak dengan sangat kokoh.

"PPN dan PPnBM yang naik 40,2% mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi masih tinggi. Ini semua mematahkan tuduhan bahwa ekonomi kami melambat," tegas Menkeu.

Selain dari sektor perpajakan, tanda-tanda pemulihan ekonomi juga terlihat jelas dari meningkatnya angka penjualan kendaraan bermotor setelah libur Lebaran.

Penjualan sepeda motor tercatat tumbuh 28,1 persen, sementara penjualan mobil melonjak hingga 55 persen pada April 2026.

Secara kumulatif, postur APBN sampai dengan April 2026 membukukan pendapatan negara sebesar Rp918,4 triliun.

Di sisi lain, belanja negara mengalami pertumbuhan yang lebih cepat, yaitu sebesar 34,3 persen hingga menyentuh angka Rp1.082,8 triliun.

"Belanja negara lebih cepat (tumbuh 34,3 persen). Defisit terkendali.APBN terus diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi" kata Menkeu Purbaya.

Walaupun laju belanja negara mengalami akselerasi yang cepat, angka defisit anggaran dilaporkan masih berada di dalam batas yang aman.

"Angka defisit pada April 2026 menurun menjadi 0,64% dibandingkan pada Maret 2026 yang sebesar 0,93%," ujar Purbaya.

Performa pendapatan negara ini juga disokong oleh kenaikan penerimaan cukai sebesar 2,2 persen menjadi Rp74,8 triliun, yang dipicu oleh naiknya produksi rokok pada triwulan I-2026.

Selain itu, pertumbuhan positif pada sektor bea masuk yang didorong oleh impor LPG turut memberikan kontribusi.

Indikator Ekonomi April 2026:

Penerimaan PPN dan PPnBM:

Periode: Januari hingga April 2026

Pertumbuhan (yoy): Naik 40,2 persen

Keterangan Nilai: Mencapai Rp221,2 triliun

Penjualan Sepeda Motor:

Periode: April 2026

Pertumbuhan (yoy): Naik 28,1 persen

Keterangan Pembanding: Pada Maret 2026 sempat minus 17,1 persen

Penjualan Mobil:

Periode: April 2026

Pertumbuhan (yoy): Naik 55 persen

Keterangan Pembanding: Pada Maret 2026 sempat minus 13,8 persen

Terkini