Kurs Rupiah Terpuruk, Puan Maharani Dorong Pemerintah Segera Bertindak

Rabu, 13 Mei 2026 | 14:28:40 WIB
Ketua DPR RI, Puan Maharani.

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah beserta pemangku kebijakan terkait untuk segera merumuskan langkah mitigasi akibat merosotnya nilai tukar rupiah yang saat ini telah mencapai level Rp17.503 per dolar AS.

Puan menganggap tren pelemahan rupiah ini perlu diwaspadai secara serius, khususnya dalam proyeksi ekonomi hingga tahun 2027.

Ia menekankan agar pemerintah memberikan perhatian lebih pada dinamika global yang menjadi faktor utama penekan mata uang nasional.

"Situasi ini jangan sampai pengaruhnya itu nantinya akan membuat Indonesia jadi terpuruk," kata Puan setelah memimpin rapat paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.

Dalam masa sidang kali ini, Puan menjelaskan bahwa DPR RI segera memulai pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF).

Agenda ini akan menjadi landasan utama dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2027.

"Itu juga termasuk dalam mengantisipasi APBN dan fiskal yang akan datang," kata Puan.

Ia menilai tekanan pada kurs ini bukan sekadar fenomena domestik, melainkan dampak dari faktor global. Oleh karena itu, Puan mendorong agar pemerintah dan Bank Indonesia segera mengambil tindakan nyata.

Berdasarkan pantauan pada Selasa siang pukul 11.47 WIB, nilai tukar rupiah melemah sebanyak 89 poin atau sekitar 0,51 persen ke posisi Rp17.503 per dolar AS.

Posisi ini menunjukkan penurunan jika dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.414 per dolar AS.

Analis ekonomi mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan bahwa situasi ini dipicu oleh ketegangan yang terus berlanjut di Selat Hormuz.

“Ketegangan di Selat Hormuz ini masih terus memanas walaupun dianggap bahwa perang ini sudah usai kata Trump (Presiden AS Donald Trump),” katanya dalam rekaman suara di Jakarta.

Terkini