Wayan Koster Tekankan Sinergi OJK untuk Ekonomi Bali Berkelanjutan

Rabu, 15 April 2026 | 23:45:38 WIB
Ilustrasi pengukuhan Kepala OJK Bali

JAKARTA - Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri secara resmi prosesi pengukuhan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali yang berlangsung di Ruang Uluwatu, Kantor OJK Bali, Denpasar, pada Selasa, 14 April 2026. Dalam kesempatan penting tersebut, beliau menekankan urgensi kolaborasi antara pemerintah daerah dengan lembaga keuangan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin erat antara Pemerintah Provinsi Bali dengan OJK maupun Bank Indonesia selama masa jabatannya. Menurut pandangan Koster, hubungan kerja yang harmonis antara berbagai pihak tersebut telah berkontribusi besar dalam memperkokoh sektor perbankan serta ekosistem ekonomi di Pulau Dewata.

Sinergi Kelembagaan Sebagai Fondasi Utama Pembangunan Ekonomi Daerah

Gubernur Wayan Koster dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan Bali dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang dinamis. Hubungan kerja sama yang berjalan sangat baik ini menjadi motor penggerak dalam memperkuat posisi perbankan baik di skala daerah maupun tingkat nasional.

“Sinergi dan kolaborasi dengan lembaga keuangan di Bali berjalan sangat baik dalam mendukung ekosistem perekonomian, termasuk memperkuat perbankan daerah maupun nasional,” ujar Koster di hadapan para pejabat yang hadir. Komitmen ini diharapkan terus berlanjut di bawah kepemimpinan baru untuk memastikan setiap kebijakan keuangan selaras dengan kebutuhan pembangunan masyarakat lokal.

Capaian Gemilang Pariwisata di Tengah Tantangan Global yang Kompleks

Bali terbukti tetap menjadi destinasi wisata favorit dunia dengan catatan statistik kunjungan yang terus menunjukkan tren peningkatan yang sangat positif. Pada tahun 2025 saja, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali telah mencapai angka 7,05 juta orang, meningkat signifikan sekitar 750 ribu dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara akumulatif, total kunjungan wisatawan domestik dan internasional ke Bali telah melampaui angka 16,3 juta orang sepanjang tahun lalu. Koster meyakini bahwa daya tarik Bali yang luar biasa tetap kokoh meski sempat diterpa berbagai isu negatif seperti masalah kemacetan, penanganan sampah, hingga kampanye negatif di media sosial.

Transformasi Ekonomi Bali yang Tumbuh Positif Tanpa Sumber Daya Alam

Pertumbuhan ekonomi Bali yang tercatat mencapai 5,82 persen berhasil menempatkan provinsi ini di posisi empat besar dalam skala nasional secara keseluruhan. Capaian ini terasa lebih istimewa bagi pemerintah daerah karena diraih tanpa bergantung pada eksploitasi sumber daya tambang yang melimpah seperti beberapa daerah lainnya.

Selain pertumbuhan ekonomi yang kuat, Koster mencatat bahwa pendapatan per kapita masyarakat terus meningkat dengan angka kesenjangan yang semakin menurun. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bali pun kini telah berhasil mencapai angka 79, sebuah bukti nyata dari keberhasilan program pembangunan yang merata bagi warga.

Pariwisata Sebagai Tulang Punggung Utama Ekonomi Pulau Dewata

Hingga saat ini, sektor pariwisata tetap menjadi pilar utama ekonomi Bali dengan kontribusi mencapai 66 persen terhadap total perekonomian daerah setempat. Keberhasilan Bali dalam sektor ini memberikan dampak nasional yang sangat besar, yakni menyumbang sekitar 55 persen devisa pariwisata nasional atau setara dengan Rp176 triliun.

“Bali ini kecil, tetapi berkah, kontribusinya sangat besar bagi nasional,” ujar Koster dengan nada bangga merujuk pada peranan Bali bagi negara. Meski memberikan kontribusi masif, ia menyadari bahwa tingginya aktivitas pariwisata juga membawa konsekuensi berupa persoalan infrastruktur, manajemen sampah, serta ketahanan pangan bagi masyarakat.

Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Demi Keseimbangan Pembangunan

Menyadari berbagai dampak negatif dari kesuksesan sektor pariwisata, pemerintah daerah berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor bersama pihak OJK. Penguatan koordinasi ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dengan pelestarian lingkungan serta ketersediaan sumber daya air bagi warga setempat.

Selain infrastruktur, Koster juga menyoroti pentingnya upaya pelestarian budaya Bali sebagai identitas warisan leluhur yang tak ternilai harganya. Pemerintah kini memberikan insentif khusus bagi keluarga yang memberikan nama tradisional seperti Nyoman dan Ketut kepada anak ketiga maupun keempat mereka.

Menatap Masa Depan Sektor Jasa Keuangan Bersama Pemimpin Baru

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK RI, Hermawan Bekti Sasongko, menegaskan bahwa proses pengukuhan ini adalah momentum memperkuat kolaborasi ekonomi. Beliau menilai bahwa permasalahan yang dihadapi Bali saat ini merupakan problem of success atau tantangan yang muncul akibat dari kesuksesan besar aktivitas pariwisata.

Hermawan juga menekankan peran vital sektor UMKM dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dalam menjaga roda ekonomi tetap berputar di Bali. OJK berkomitmen untuk terus mendorong profesionalisme para pelaku jasa keuangan sekaligus memperketat pengawasan agar tercipta industri yang sehat serta terpercaya.

Agenda Kerja Kepala OJK Bali dalam Mengawasi Sektor Keuangan

Parjiman secara resmi telah menjabat sebagai Kepala OJK Provinsi Bali sejak awal Maret 2026, menggantikan pejabat sebelumnya, Kristrianti Puji Rahayu. Tugas utamanya adalah memimpin pengawasan seluruh sektor jasa keuangan di Bali, termasuk upaya tegas dalam menertibkan lembaga keuangan ilegal yang merugikan.

Gubernur Koster berharap kepemimpinan baru ini mampu melanjutkan kinerja yang telah berjalan baik serta memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi daerah. Sektor keuangan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan Bali yang berkualitas, berdaya saing global, dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat lokal yang berkelanjutan.

Terkini