Capaian PAD Kota Medan Tahun 2026: Tantangan Besar Di Awal Kuartal

Kamis, 16 April 2026 | 23:44:27 WIB
Ilustrasi PAD Kota Medan

JAKARTA - Dinamika penerimaan keuangan daerah di Kota Medan menunjukkan sinyal yang cukup menggembirakan memasuki bulan keempat tahun 2026. Pemerintah setempat mulai menunjukkan taringnya dalam memastikan setiap potensi pendapatan daerah dapat terserap dengan maksimal.

Realisasi Pendapatan di Awal Tahun

Hingga pertengahan April 2026, total Pendapatan Asli Daerah yang berhasil dikumpulkan pemerintah kota sudah menyentuh angka 19,91% dari target total. Capaian ini menjadi sorotan utama dalam agenda Rapat Kerja Realisasi Penerimaan yang digelar di kantor Bapenda.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, pada Rabu, 15 April 2026. Hadir pula Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, serta jajaran pimpinan perangkat daerah dan para camat se-Kota Medan untuk membahas strategi ke depan.

Target Fiskal dan Evaluasi Kinerja

Pemerintah Kota Medan telah menetapkan target pendapatan yang cukup menantang sepanjang Tahun Anggaran 2026 yakni sebesar Rp3,80 triliun. Sepanjang triwulan pertama, kas daerah sudah menerima setoran sebesar Rp757,46 miliar dari berbagai sektor yang ada.

Rico Waas memberikan apresiasi atas kinerja pajak yang berada dalam jalur positif, namun ia tetap memberikan catatan kritis. Ia mengingatkan bahwa angka tersebut tidak boleh membuat jajaran birokrasi terlena apalagi merasa puas dengan kondisi saat ini.

Pentingnya Optimalisasi Pajak dan Retribusi

Kepala Bapenda, M. Agha Novrian, merinci bahwa target pajak daerah sendiri dipatok pada angka Rp3,64 triliun tahun ini. Per 14 April 2026, realisasi dari sektor pajak telah menyentuh angka 20,16% atau setara dengan Rp735,67 miliar.

Sementara itu, sektor retribusi daerah sampai dengan 13 April 2026 baru terealisasi sebesar Rp21,78 miliar dari total target Rp154,31 miliar. Pemerintah kini tengah berupaya keras memacu sektor retribusi agar bisa berjalan beriringan dengan capaian pajak yang lebih besar.

Tindakan Tegas Terhadap Penunggak PBB

Salah satu sorotan tajam Wali Kota tertuju pada realisasi Pajak Bumi dan Bangunan yang dianggap masih sangat rendah. Rico meminta pihak Bapenda untuk segera melakukan identifikasi detail terhadap para wajib pajak yang masih memiliki tunggakan besar.

Proses penagihan harus dilakukan dengan langkah yang sangat konkret tanpa harus menunggu hingga periode akhir tahun anggaran. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas arus kas masuk agar rencana pembangunan daerah tidak terganggu masalah fiskal.

Penertiban Sektor Pajak Reklame

Potensi pajak dari sektor reklame juga dinilai belum digarap dengan maksimal oleh perangkat daerah yang bertanggung jawab. Wali Kota melihat masih banyak titik reklame di Medan yang belum memberikan kontribusi optimal bagi kas pemerintah kota.

Ia memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan pendataan sekaligus penertiban terhadap objek pajak yang tidak memenuhi kewajiban. Semua pihak diminta tidak memberikan toleransi bagi pemilik usaha yang lalai dalam membayar kewajiban pajaknya.

Digitalisasi sebagai Solusi Strategis

Di sisi lain, sektor pajak restoran dan perhotelan mendapatkan apresiasi khusus karena tren pertumbuhannya yang sangat menggembirakan. Rico mendorong percepatan sistem pembayaran digital melalui QRIS untuk meningkatkan transparansi serta akurasi data penerimaan pajak secara luas.

Digitalisasi menjadi senjata utama untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah dengan menutup celah kebocoran di lapangan. Pemerintah perlu memastikan adanya sinkronisasi penuh antara pelaporan manual dengan sistem digital agar data yang tersaji tetap akurat.

Perbaikan Layanan Publik dan Kebersihan

Selain fokus pada target fiskal, Wali Kota juga tidak luput menyoroti lambatnya layanan Persetujuan Bangunan Gedung di instansi terkait. Masalah kebersihan kota serta pengelolaan sampah juga menjadi catatan penting yang perlu segera dibenahi dengan tindakan cepat.

Rico dengan tegas meminta bawahannya agar tidak hanya membawa tumpukan kendala ke dalam ruang rapat koordinasi. Ia menuntut kehadiran solusi konkret yang bisa dieksekusi di lapangan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Medan.

Komitmen Kerja untuk Masa Depan

Harapan besar diletakkan pada kemampuan seluruh perangkat daerah dalam menjawab tantangan fiskal yang ada di tahun 2026 ini. Kerja keras dan sinergi antar instansi menjadi modal utama dalam mengejar target yang sudah dicanangkan pemerintah.

Fokus yang jelas serta langkah kerja yang terukur diharapkan mampu membawa perubahan berarti bagi wajah Kota Medan ke depan. Setiap rupiah yang dikumpulkan dari masyarakat harus dipastikan kembali lagi dalam bentuk layanan publik yang berkualitas tinggi.

Terkini